Cuan dari Suburnya Bisnis Fotografer Sepeda

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 25 Jan 2021 05:31 WIB
Fotografer sepeda
Foto: Fotografer Sepeda/yurigophotography
Jakarta -

Fotografer sepeda saat pandemi COVID-19 menjadi peluang usaha yang sangat potensial. Selama pandemi, sepeda menjadi salah satu olahraga yang paling banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Selain mencari sehat, kebanyakan masyarakat bersepeda untuk menghilangkan bosan karena terlalu lama mengurung diri di rumah.

Masyarakat yang bermain sepeda saat ini dilengkapi dengan outfit yang keren, mulai dari helm, kacamata, sepatu, hingga pakaiannya. Berbeda dengan booming sepeda di tahun-tahun sebelumnya.

Peluang usaha sebagai fotografer sepeda pun dimanfaatkan oleh Bayu. Dia saat ini bisa dibilang ketiban rezeki karena sering memotret masyarakat yang gemar gowes selama pandemi Corona, baik hari biasa maupun hari libur.

Bayu mengaku mulai memotret para goweser ini sejak 2017. Pada saat itu, dirinya juga terbilang sebagai fotografer sport khususnya bidang lari. Berkat pengalamannya, dia pun langsung memanfaatkan booming sepeda untuk mencari pundi-pundi keuntungan.

Dia pun mengaku, sengaja memotret para pesepeda untuk menjual hasil jepretannya.

"Saya pikir foto ini bisa lah dijual. Karena sepeda mereka sudah bagus, outfit sudah bagus pasti mau juga diabadikan yang bagus, bukan yang sekedarnya," kata Bayu kepada detikcom, Minggu (24/1/2021).

Dia meyakini para goweser pun rela membeli fotonya karena hal tersebut sama seperti sebelum pandemi terjadi di mana booming para komunitas lari. Pada saat itu, dia pun berhasil mendapatkan pundi-pundi dari berbagai event lari di tanah air.

Dia menceritakan, butuh beberapa waktu untuk mengkomersilkan hasil jepretannya. Awalnya, dia pun hanya rutin setiap Sabtu dan Minggu memotret para pesepeda di kawasan Bintaro. Setelah itu, hasil fotonya pun langsung diunggah di akun Instagramnya @guejualfoto.

Berlatar belakang sebagai orang yang pernah ikut komunitas lari dan sepeda. Bayu mengaku meminta kepada rekan-rekannya untuk memberitahukan bahwa hasil jepretannya sudah diunggah dan bisa dibeli jika memang ingin memilikinya.

"Itu bagusnya dari mulut ke mulut, karena kadang ada teman-temannya, nah ini ada si ini di mention. memang kalau gambar kalau di facebook kurang, kalau di Instagram kan memang gambar," kata dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2