Ini 5 Sektor Ekonomi Potensial untuk Investasi Swasta di 2021

Abu Ubaidillah - detikFinance
Senin, 25 Jan 2021 12:40 WIB
Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan
Foto: Bank Mandiri
Jakarta -

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan mengatakan perekonomian di Indonesia pada tahun 2021 akan beranjak dari fase survival ke fase pemulihan. Ini seiring dengan adanya dukungan dari program vaksinasi, implementasi UU Cipta Kerja, hingga peningkatan investasi swasta.

Khusus dukungan dari investasi swasta, ia menyebut ada beberapa sektor ekonomi potensial yang bisa dijadikan opsi investasi bagi para investor. Di antaranya adalah sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, komunikasi, dan industri manufaktur (otomotif & elektronik).

"Ini berkelanjutan (infrastruktur), karena kita negeri dengan penduduk di atas 260 juta, kita sangat mobile antarpulau, di dalam pulau, ini sangat memerlukan dukungan infrastruktur untuk menuju negara dengan pendapatan dari menengah ke pendapatan lebih dari menengah," kata Panji dalam webinar Penyelenggaraan Mandiri Investment virtual 2021 via Zoom, Senin (25/1/2021).

Panji mengatakan pengembangan infrastruktur tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus ada lokomotifnya, yaitu pemerintah, swasta, dan seluruh masyarakat. Ia menyebut nanti akan ada efek multiplayer di provinsi/kabupaten yang terdapat infrastruktur tersebut maupun dilalui oleh arus barang dan manusia.

Selain infrastruktur, sektor kesehatan juga disebut potensial untuk bertumbuh. Menurutnya industri kesehatan yang akan tumbuh ialah industri farmasi, health care, dan yang terkait hubungan dengan kesehatan dalam upaya mengatasi pandemi.

Kemudian gaya pendidikan yang berubah dari pertemuan fisik menjadi virtual juga disebut akan menjadi sektor potensial untuk investasi swasta. Pun demikian dengan sektor komunikasi yang juga menjadi sektor potensial untuk investasi.

"Anything virtual, oleh karena itu memerlukan wifi, memerlukan dukungan dari coverage internet, dan juga memerlukan gadget-gadget atau perkakas-perkakas yang terkait dengan komunikasi," lanjutnya.

Beberapa industri manufaktur juga dinilai potensial untuk berinvestasi, yaitu yang terdampak positif akan perjanjian perdagangan, di antaranya adalah otomotif dan elektronik. Ia menjelaskan Bank Mandiri akan menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2021 pada 1-5 Februari 2021 untuk memberikan wawasan dan informasi yang membantu investor menyusun strategi investasi berkelanjutan di Indonesia.

"Digelar untuk ke-10 kalinya, kami berharap forum ini dapat menjadi platform bagi pemerintah untuk menyampaikan arah kebijakan yang telah digariskan dalam pemulihan ekonomi nasional kepada investor secara lengkap sehingga dapat membangkitkan kepercayaan diri untuk berusaha dan melakukan ekspansi bisnis di Indonesia," katanya.

MIF 2021 akan menghadirkan berbagai narasumber penting, di antaranya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto; Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut B. Pandjaitan; Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim; Menteri Kesehatan, Budi G. Sadikin; Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia; Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo; Executive Chairman of Neo-bank, Moven; penulis buku "Bank 4.0", Brett King; serta profesor ekonomi Universitas Harvard, Kenneth Rogoff.



Simak Video "2 Hal Yang Tak Boleh Dilakukan Perencana Keuangan"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ara)