Canggih! RI Punya Lab Tes PCR yang Bisa Pindah-pindah

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 25 Jan 2021 14:16 WIB
Canggih! RI Bakal Punya Lab Tes PCR yang Bisa Pindah-pindah
Foto: Dok. Kemenko Marves
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan hari ini meninjau Mobile Lab Bio Safety Level 2 hasil karya Tim Gugus Tugas Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan COVID-19 (TFRIC19).

Mobile Lab Bio Safety merupakan laboratorium riset kolaborasi beberapa bidang teknologi, sebagai produk inovatif Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan PCR dan dapat mengeluarkan hasil tes dalam waktu 4 jam. Lebih praktisnya, laboratorium tersebut dapat berpindah-pindah tempat.

"Saat ini, kita harus terus berkarya dan berinovasi dan hal ini sangat diapresiasi. Salah satu dampak dari pandemi COVID-19 adalah munculnya berbagai inovasi yang dapat mendukung upaya pemerintah untuk menurunkan angka penyebaran," ujar Luhut dalam keterangan resmi, Senin (25/1/2021).

Pembangunan Mobile Lab Bio Safety itu membutuhkan biaya sebesar Rp 3-6 miliar tergantung dari kelengkapan peralatannya dan akan didorong untuk lebih terjangkau agar dapat dibeli oleh berbagai lembaga, pemerintah daerah, serta swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Rencananya, Mobile Lab itu dikirim pertama ke Tangerang.

"Berdasarkan saran dari Menristek Bambang, kita dapat menaruh mobile lab ini di berbagai provinsi yang angka konfirmasi positifnya tinggi, sehingga dapat menekan laju kenaikan angka tersebut," ucapnya.

Selain Mobile Lab Bio Safety, dalam bidang kesehatan BPPT juga sedang menyelesaikan Detail Engineering Design (DED) pembangunan dari Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Horti Center (TSTH2C) yang akan berperan sebagai pusat riset dan rekayasa serta bibit unggul tanaman herbal dan hortikultura.

"Pemerintah saat ini telah mendorong perkembangan pembangunan Herbal Center dengan bekerja sama dengan berbagai instansi, baik di dalam dan luar negeri, untuk menjadikan TSTH yang terbesar dan termaju di Asia," tuturnya.

Pengembangan berbagai teknologi, baik Mobile Lab Bio Safety dan program Herbal Center dinilai perlu terus ditingkatkan untuk dapat mencapai kesuksesan bersama.

"Kita harus kompak dan terintegrasi, yang terpenting kita harus bangga bahwa ini merupakan asli buatan Indonesia," kata Luhut.

Sebagai informasi, kunjungan Luhut ditemani oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro, serta Kepala BPPT Hammam Riza di Halaman Parkir Gedung BPPT.

(aid/ara)