Twitter Bekukan Akun Bos Produsen Bantal

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 22:35 WIB
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 07:  In this photo illustration, the Twitter logo and hashtag #Ring! is displayed on a mobile device as the company announced its initial public offering and debut on the New York Stock Exchange on November 7, 2013 in London, England. Twitter went public on the NYSE opening at USD 26 per share, valuing the companys worth at an estimated USD 18 billion.  (Photo by Bethany Clarke/Getty Images)
Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta -

Twitter Inc secara resmi membekukan akun CEO produsen bantal My Pillow, Mike Lindell. Hal itu terjadi karena Lindell dianggap melanggar kebijakan tentang kebenaran informasi pemilu.

Mengutip Reuters, Selasa (26/1/2021), Lindell adalah pendukung setia mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Trump. Ia disebut-sebut mendanai gerakan protes pasca pemilihan dalam upaya membatalkan kemenangan Presiden Joe Biden.

Lindell menggunakan akun Twitter pribadinya yang memiliki hampir setengah juta pengikut sebelum dibekukan, dan akun perusahaan tersebut untuk menyebarkan klaim yang tidak berdasar tentang penipuan pemilu.

Pengadilan telah menolak klaim tak berdasar tersebut. Bahkan, ketika Donald Trump dan pengikutnya terus menuduh adanya penipuan pemilu.

Juru Bicara Twitter menyatakan, Lindell berulang kali melanggar kebijakan integritas sipil perusahaan. Hal itu menyebabkan Lindell di-suspend.

Twitter sendiri telah memblokir akun Donald Trump secara permanen pada awal bulan ini. Pihak My Pillow belum merespons konfirmasi Reuters terkait pembekuan akun Twitter Mike Lindell

(acd/hns)