Ekspor Mobil RI 'Dijahili' Filipina, Mendag: Saya Kesal!

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 11:55 WIB
Mendag M Lutfi (Andhika Prasetia/detikcom)
Foto: Mendag M Lutfi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengaku kesal lantaran produk ekspor Indonesia dikerjai negara lain. Misalnya saja Filipina, yang mengganjal mobil buatan Indonesia masuk ke pasar negara tersebut.

Filipina mengeluarkan kebijakan safeguard berupa bea masuk tindakan pengamanan perdagangan sementara (BMTPs). Safeguard merupakan upaya melindungi produk lokal dari serbuan impor produk serupa yang dinilai mengancam kelangsungan industri dalam negeri.

"Industri berteknologi tinggi kita juga dijahilin, kita juga diganggu. Contoh yang saya lagi kesal gitu kan ya kita ini menjual kira-kira US$ 1,5 miliar mobil kita ke Filipina. Nah, Filipina ini sekarang menetapkan safeguard untuk industri mereka di Filipina dari mobil kita," kata dia dalam MGN SUMMIT 2021 ECONOMIC RECOVERY, Rabu (27/1/2021).

Menurut Lutfi, Filipina kelihatannya sedang ketakutan terhadap neraca perdagangan (balance of trade) negaranya, sehingga mengambil kebijakan safeguard tersebut.

Sederhananya, ketika suatu negara melakukan impor lebih banyak dibandingkan ekspor maka akan membuat neraca perdagangannya defisit. Untuk itu, Filipina berupaya membendung produk mobil dari Indonesia.

"Jadi kalau kita lihat secara kasat mata sebenarnya mereka itu lagi ketakutan daripada balance of trade mereka itu mengganggu current account deficit mereka. Jadi mereka mencoba itu (mengeluarkan kebijakan safeguard)," papar Lutfi.

Namun, mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat itu memastikan Indonesia bakal menghadapi hal tersebut.

"Ya kita akan hadapi karena ini adalah bagian-bagian dari perdagangan," tambah Lutfi.

(toy/zlf)