Chatib Basri Ramal Ekonomi RI Keluar dari Resesi Awal 2021

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 17:46 WIB
Prekonomian Indonesia dipastikan 99% masuk jurang resesi. Itu artinya pertumbuhan ekonomi nasional bakal minus lagi di kuartal III-2020.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Keuangan 2013-2014, Chatib Basri memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI kuartal IV-2020 lalu masih tercatat negatif. Akan tetapi, mulai awal tahun 2021 ini, ekonomi Indonesia diyakini bisa tumbuh positif. Artinya, ekonomi Indonesia bisa mulai keluar dari jerat resesi di awal tahun ini.

Alasannya, Indonesia sudah melewati situasi terburuknya di Kuartal II-2020 lalu yang -5,3%. Perlahan membaik menjadi -3,5% di Kuartal III-2020. Kuartal IV-2020 akan lebih baik lagi. Lalu, mulai tumbuh positif di 2021.

"Kita sebetulnya sudah melewati situasi terburuk di triwulan kedua (2020) ketika pertumbuhan ekonomi minus 5,3%. Di triwulan ketiga itu sudah membaik -3,5% mungkin masih akan negatif di triwulan keempat. Tetapi kalau tren ini terus berlanjut saya melihat bahwa ada kemungkinan kita akan mencatatkan pertumbuhan positif di triwulan pertama 2021," ujar Chatib dalam seminar daring yang diadakan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI), Rabu (27/1/2021).

Menurutnya, pemulihan semacam itu berarti perlahan menanjak menuju kondisi sebelum pandemi.

"Jadi pemulihan ekonomi dari GDP itu bentuknya akan seperti swoosh shaped, ini adalah lambang Nike sebetulnya," terangnya.

Tetapi ada asumsi yang sangat kuat yang harus dipegang agar swoosh shape ini terbentuk yaitu pemerintah harus bisa memastikan pandemi bisa lebih dikendalikan mulai awal tahun ini. Bila tidak, mungkin saja ekonomi Indonesia akan jatuh lagi ke level terburuknya.

"Pandemi tidak merebak lagi, kalau pandemi merebak lagi, maka pemulihan kita tidak akan berbentuk swoosh shaped tetapi berbentuk huruf W di mana terburuk terjadi di triwulan 2020 membaik tetapi kemudian kalau pandeminya merebak dia akan turun lagi, karena itulah saya katakan bahwa penanganan pandemi itu menjadi kunci," imbuhnya.

"Kesehatan adalah kunci tanpa pemulihan kesehatan ekonomi kita tidak akan pulih," sambungnya.

(eds/eds)