Ekonomi Digital di RI Meroket, Sayang Setoran Pajaknya Tak Optimal

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 28 Jan 2021 20:15 WIB
POster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi digital menjadi salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan di tengah pandemi COVID-19. Dia menyebut, pertumbuhan sektor digital bisa mencapai 25% hingga Juli 2020.

Namun demikian, Sri Mulyani menyayangkan jika peningkatan sektor digital ini belum ada keseragaman kebijakan perpajakan yang diterapkan oleh negara di dunia.

"Pada saat yang sama, belum disetujuinya perlakuan perpajakan di ekonomi digital. Banyak hal yang masih dibahas selama presidensi sebelumnya dan ini akan menjadi salah satu capaian kesepakatan 2021," kata Sri Mulyani dalam webinar OECD, Kamis (28/1/2021).

Menurut Sri Mulyani, pajak menjadi salah satu andalan pemerintah dalam pengamanan penerimaan negara. Di tengah pandemi COVID-19, setoran negara yang berasal dari pajak mengalami penurunan yang drastis.

Padahal, sektor digital menjadi potensi bagi setiap negara untuk bisa mengamankan setoran negara di tengah krisis yang berasal dari sektor kesehatan ini.

"Selama pandemi banyak aktivitas seperti, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi telah ditransformasikan ke dalam ekonomi digital, bahkan kenaikannya sampai 25% hingga Juli tahun lalu. Sangat potensial," ujarnya.

Oleh karena itu, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memandang pembahasan mengenai kebijakan perpajakan sektor digital menjadi penting ke depannya.

"Kita semua tahu ekonomi digital akan tetap penting dan potensial," ungkapnya.

(hek/zlf)