Surati 40 Pemda, Risma Minta Segera Bereskan Data Bansos

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Jumat, 29 Jan 2021 18:45 WIB
Mensos Tri Rismaharini alias Risma.
Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom: Mensos Risma
Solo -

Menteri Sosial Tri Rismaharini atau beken disapa Risma menyurati sekitar 40 pemerintah daerah (pemda) yang belum memperbaiki data warga penerima bantuan sosial (bansos). Risma langsung menyurati pemda karena data dengan pemerintah pusat dengan daerah tidak cocok.

Menurutnya, perbedaan data tersebut bisa berakibat penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran. Maka pemerintah masih belum berani mendistribusikan bansos dengan data yang belum cocok.

"Kurang lebih ada 40 daerah yang sudah kita surati untuk memadankan dengan data kependudukan. Tambahannya sekitar 560 ribuan seluruh Indonesia, tapi 40 daerah itu belum," kata Risma dalam pembagian bansos di Kelurahan Jebres, Solo, Jumat (29/1/2021).

Risma memastikan selain 40 daerah tersebut, distribusi bansos berjalan lancar. Sejak awal Januari perbaikan sudah mulai dilakukan.

"Jadi kita sudah minggu pertama dan kedua Januari kemarin itu sudah ada yang ada perbaikan-perbaikan itu. Selain 40 daerah itu sudah," kata dia.

Sedangkan mengenai program Bantuan Sosial Tunai (BST) selama pandemi COVID-19, Risma masih belum mengetahui akan dilangsungkan hingga kapan. Dia masih akan membahasnya.

"Nanti akan dibicarakan lagi," ujar Risma.

Dalam kunjungannya Risma secara simbolis menyerahkan beberapa bantuan. Antara lain Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dengan nominal sebesar Rp 200 ribu per bulan. Di Solo, BPNT tersalur bagi 33.950 penerima manfaat tiap bulan.

Sedangkan BST dengan nominal sebesar Rp 300 ribu per bulan akan diberikan selama dari Januari 2021 hingga April 2021. Di Solo, jumlah pemerima BST sebanyak 60.511 yang tersebar di lima kecamatan.

Sementara itu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, mengatakan telah memiliki Sistem Informasi Kesejahteraan elektronik (e-SIK). Melalui sistem tersebut, dapat diketahui kondisi perekonomian setiap warga.

"Jadi melalui e-SIK ini warga tidak bisa bohong. Saya bisa lihat kondisi rumahnya di aplikasi ini, dia sudah dapat bantuan apa saja, semua terlihat di sini. Data ini selalu kita update setiap saat, sehingga tidak mungkin salah sasaran," pungkas Risma.

(bai/hns)