Google Bayar Rp 53 M Gegara Tuduhan Diskriminasi Gaji Karyawan

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2021 13:28 WIB
FILE PHOTO: An illuminated Google logo is seen inside an office building in Zurich September 5, 2018. REUTERS/Arnd WIegmann/File Photo
Foto: Arnd WIegmann/Reuters
Jakarta -

Google setuju membayar lebih dari US$ 3,8 juta atau setara Rp 53 miliar (kurs Rp 14.051). Termasuk hampir US$ 2,6 juta sebagai pembayaran kembali, untuk menyelesaikan tuduhan diskriminasi kenapa pelamar wanita dan pekerja asal Asia.

Dikutip dari ABC News, Rabu (3/2/2021) Office of Federal Contract Compliance Programs (OFCCP) mengidentifikasi perbedaan gaji karyawan wanita dan pria dalam posisi rekayasa perangkat lunak di kantor Google di Mountain View, California, serta di Seattle dan Kirkland, Washington.

OFCCP juga menemukan perbedaan tingkat perekrutan yang merugikan wanita dan pelamar Asia untuk posisi rekayasa perangkat lunak di kantor Google di San Francisco dan Sunnyvale, California, serta di Kirkland.

Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan lebih dari 5.500 karyawan dan pelamar diduga terkena dampak diskriminasi gaji itu.

Dari jumlah yang akan dibayarkan Google, lebih dari US$ 1,3 juta akan digunakan untuk pembayaran kembali, dengan bunga, kepada 2.565 karyawan wanita di posisi teknik. Sementara lebih dari US$ 1.2 juta akan disisihkan untuk 1.757 wanita dan 1.219 pelamar Asia untuk posisi rekayasa perangkat lunak.

"Diskriminasi gaji tetap menjadi masalah sistemik. Pengusaha harus melakukan audit kesetaraan gaji rutin untuk memastikan bahwa sistem kompensasi mereka mempromosikan kesempatan yang sama," kata Direktur Program di OFCCP, Jenny Yang.

Selain pembayaran kembali, perusahaan teknologi juga akan mengalokasikan cadangan sebesar US$ 1,25 juta untuk penyesuaian ekuitas pembayaran selama lima tahun ke depan untuk karyawan di posisi teknik di Mountain View, Kirkland dan New York City.

Seorang juru bicara Google mengatakan perusahaan senang telah menyelesaikan masalah tersebut dan mengungkap perusahaan telah melakukan analisis internal ekuitas pembayaran selama delapan tahun terakhir.

"Kami percaya setiap orang harus dibayar berdasarkan pekerjaan yang mereka lakukan, bukan siapa mereka, dan berinvestasi besar-besaran untuk membuat proses perekrutan dan kompensasi kami adil dan tidak memihak," katanya.

"Kami senang telah menyelesaikan masalah ini terkait dengan tuduhan dari audit 2014-2017 dan tetap berkomitmen pada keragaman dan kesetaraan dan untuk mendukung karyawan kami dengan cara yang memungkinkan mereka untuk melakukan pekerjaan terbaik mereka," katanya.

Saksikan juga video 'Google Siap-siap Angkat Kaki dari Australia':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)