Konsumsi BBM Januari Turun 40%
Kamis, 09 Feb 2006 17:28 WIB
Jakarta - Pertamina mencatat penurunan konsumsi BBM yang signifikan pada Januari sebesar 40 persen menjadi 3 juta kiloliter (kl), dibanding Januari tahun 2005 yang mencapai 5 juta kl.Penurunan konsumsi BBM terlihat sejak diumumkannya kenaikan BBM 1 Oktober 2005. Naiknya harga membuat konsumen membatasi pemakaian BBM seperti premium, solar dan minyak tanah.Demikian diungkapkan oleh Kadiv BBM Pertamina Achmad Faisal di sela konferensi pers hasil pengawasan Timdu di Wisma Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (9/2/2006).Pada bulan Januari konsumsi harian BBM bersubsidi sebesar 140-150 ribu kl. Sedangkan sebelum kenaikan BBM Oktober tahun lalu, konsumsi BBM bersubsidi berkisar 192-196 kl/hari. Sementara konsumsi normal adalah 170 ribu kl/hari. "Sejak Oktober untuk solar saja turun 20 persen dan minyak tanah turun 7 persen dibanding," ujar Achmad. Dengan kecenderungan turunnya konsumsi BBM, Achmad memperkirakan kemungkinan besar dana subsidi untuk BBM ke depan bisa dihemat.Menanggapi kabar adanya kelangkaan minyak tanah di Semarang, Achmad menegaskan, selama ini suplai minyak tanah di wilayah ini tidak pernah dikurangi. Sampai hari ini stok nasional BBM Pertamina adalah 25 hari. "Kemungkinan karena terjadi keterlambatan kedatangan angkutan BBM akibat adanya banjir. Bahkan depot di Semarang milik Peratmina juga kebanjiran," ujar Achmad.
(ir/)











































