Kenapa Jeff Bezos Pilih Andy Jassy Pimpin Amazon?

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2021 22:15 WIB
Jeff Bezos mencatat jumlah kekayaan tertinggi sepanjang masa. Kekayaan pendiri dan CEO Amazon ini melonjak Rp 105 triliun (kurs Rp 14.700/US$) hanya dalam semalam.
Foto: Getty Images: Jeff Bezos mengundurkan diri dari Amazon, dan memilih
Jakarta -

Pendiri Amazon.com Inc, Jeff Bezos, akan mundur dari kursi CEO perusahaan. Mengutip Reuters, Jeff Bezos yang berusia 57 tahun akan menyerahkan kunci pengecer online terbesar di dunia kepada Andy Jassy, kepala divisi cloud Amazon Web Services yang dikenal sebagai AWS.

Hal itu sekaligus menjawab pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikan orang terkaya kedua di dunia itu di pucuk pimpinan Amazon. Andy Jassy yang berusia 53 tahun bergabung dengan Amazon pada tahun 1997 setelah lulus dari Harvard Business School.

Dia mendirikan AWS dan mengembangkannya menjadi platform cloud yang digunakan oleh jutaan pelanggan. Andy Jassy telah menjadi pesaing yang jelas untuk posisi teratas sejak Amazon menciptakan dua peran CEO yang melapor ke Jeff Bezos bertahun-tahun yang lalu, yang lainnya dipegang oleh CEO konsumen yang baru saja pensiun, Jeff Wilke.

Tom Johnson, kepala transformasi di perusahaan pemasaran global Mindshare, mengatakan promosi Jassy menggarisbawahi sentralitas bisnis hosting web yang menjadi strategi Amazon.

"Latar belakang Jassy dalam mengarahkan AWS menunjukkan betapa pentingnya layanan tersebut terhadap strategi bisnis Amazon," katanya.

Di bawah kepemimpinan Jassy, bisnis cloud Amazon telah merekrut beberapa pelanggan besar termasuk Verizon, McDonald's, dan Honeywell. Startup Silicon Valley telah lama mengandalkan AWS. Pendapatan tahunan divisi ini tumbuh 37% pada 2019 dan 30% pada 2020.

Satu kontrak yang gagal dimenangkan AWS adalah proyek "JEDI" senilai US$ 10 miliar dari Pentagon, yang diberikan kepada Microsoft.

Jeff Bezos mengakhiri perannya sebagai CEO dengan torehan fantastis. Bisnis yang ia mulai sebagai penjual buku internet pada 27 tahun lalu sekarang menjadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia dan membukukan rekor keuntungan tiga kali berturut-turut setelah kerugian dalam beberapa dekade sebelumnya. Pada hari Selasa (2/2), Amazon melaporkan penjualan kuartalan di atas US$ 100 miliar atau setara Rp 1,4 kuadriliun untuk pertama kalinya.

(das/hns)