PLTU Cilacap Operasi Komersil 20 Pebruari

PLTU Cilacap Operasi Komersil 20 Pebruari

- detikFinance
Kamis, 09 Feb 2006 20:03 WIB
Cilacap - PLTU Unit I Cilacap akan memulai operating commercial (masuk ke jaringan) interkoneksi Jawa-Bali mulai 20 Pebruari mendatang. Saat ini pada awal sinkronisasi telah masuk pasokan listrik ke sistem interkoneksi sebesar 20 persen (60 MW) dari total 300 MW pada saat operating commercial."Kami melakukan pengujian beban secara bertahap. Unit kita sudah layak hingga 50 persen pada saat beban puncak. Nantinya diuji coba sebanyak 75 persen dan hingga 100 persen. Operating 100 persen kira-kira tanggal 20 pertengahan bulan ini," kata Direktur Operating PT Sumber Segara Primadaya (S2P) Dandung Agus Sulaeman di PLTU Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (9/2/2006).PT S2P adalah perusahaan milik PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dan PT Sumberenergi Sakti Prima yang membangun 2 Unit PLTU di Cilacap dengan bantuan dana dari Cina sebesar US$ 510 juta. PLTU Cilacap Unit I yang berbahan bakar batubara saat ini sebenarnya sudah mulai beroperasi dalam tahap uji coba. Initial Firing Boiler sendiri telah dilakukan pada 26 Desember 2005 lalu. Pasokan batubara pembangkit ini diambil dari Kalimantan Timur yang berasal dari 3 perusahaan tambang yakni Adaro, Kodeko dan Jurong. Kontrak pengadaan batubara untuk kedua unit PLTU ini selama 5 tahun. Dimana pasokan batu bara selama setahun sebanyak 2,2 juta ton.Menurut Direktur Teknik PT S2P Harry Satria saat ini tengah dibangun satu unit PLTU lagi dengan kapasitas pasokan listrik 300 MW. "Pembangunannya telah mencapai 80 persen dan akan selesai pada pertengahan April ini," ungkapnya. Dia memastikan pembangkit dan teknologi yang digunakan adalah teknologi baru. Chengda Engineering Corporation of China (Chengda) selaku kontraktor pembangkit menggunakan teknologi baru ini pertama di Cilacap. "Di Cina teknologi terbaru ini belum pernah digunakan," katanya.Project Director PLTU Cilacap Lie Yiheng mengklaim Chengda sudah berpengalaman dalam membuat mesin dengan kapasitas 300 MW yang telah beroperasi di China, Malaysia dan Vietnam.Biaya investasi PLTU Cilacap menurut Direktur Keuangan PT PJB Wiwik Sulistio, sebesar US$ 850 per kW. Dia mengklaim biaya investasi itu tergolong murah karena harga pembangkit pada umumnya di atas US$ 1000. Sedangkan harga jual per kWh dinilainya sangat kompetitif yakni US$ 4,57 sen per kWh.Sistem pembayaran proyek ini, lanjutnya, dilakukan dengan cara membuka Usance L/C sebesar US$ 408 juta, dimana US$200 juta merupakan tanggungjawab PT PJB, sedangkan US$ 208 juta merupakan tanggungjawab PT SSP.Untuk tahap pertama PT PJB hanya menjamin sebesar US$ 100 juta, sementara sisanya US$ 100 juta menggunakan performance guarantee project dan aset proyek sendiri.Rencananya jaminan PT PJB tersebut hanya bersifat sementara karena BNI akan mencarikan sindikasi untuk mencairkan jaminan deposito PT PJB. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads