Harga Bahan Pokok Naik Imbas Diborong Jelang Jateng di Rumah Saja

Imam Suripto - detikFinance
Jumat, 05 Feb 2021 13:34 WIB
Pasar tumpah di Brebes, Selasa (6/6/2017).
Ilustrasi pasar/Foto: Imam Suripto
Brebes -

Gerakan Jateng di Rumah Saja dimulai 6-7 Februari. Jelang momen tersebut, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional di Brebes justru naik.

Pantauan detikcom di pasar Induk Brebes pada Jumat (5/2/2021), warga menyerbu pasar untuk membeli bahan makanan sebagai bekal selama dua hari di rumah. Sejumlah warga saat ditemui di Pasar Induk Brebes mengaku, mereka berbelanja karena pasar akan ditutup pemerintah selama dua hari.

Sementara stok bahan makanan di rumah sudah kosong, sehingga mereka memilih berbelanja di pasar yang harganya terjangkau. Jumlah kebutuhan yang dibeli juga lebih banyak dari biasanya, karena untuk persediaan selama pasar dan mall di tutup.

"Kan besok pasar di tutup dua hari, katanya sih ada Gerakan di Rumah Saja, makanya saya sempatkan belanja ke pasar untuk stok di rumah," tutur Nureni (37), salah seorang pembeli di Pasar Induk Brebes.

Beberapa pedagang yang diserbu pembeli adalah penjual lauk pauk dan sayur mayur seperti tempe tahu, ayam potong dan lainnya. Peningkatan jumlah pembeli ini dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga jual.

Sejumlah bahan pokok naik cukup tinggi di antaranya, daging ayam, cabai keriting, tempe dan bawang polong. Harga daging ayam yang semula Rp 36.000/ kg naik menjadi 40.000/ kg. Tempe yang harganya semula Rp 9.000/ kg naik menjadi Rp 12.000/ kg.

Kemudian bawang polong dari semula Rp 16.000/ kg naik menjadi Rp 24.000/ kg. Kenaikan harga tertinggi terjadi pada harga capai keriting, dari semula Rp 60.000/ kg menjadi Rp 80.000/ kg. Sedangkan untuk daging sapi harganya stabil Rp 120.000/ kg. Sementara harga jenis kebutuhan bahan pokok lainnya relatif stabil.

Akibat aksi borong ini, stok beberapa bahan pokok langsung habis terjual. Akibatnya banyak pembeli yang tidak kebagian.

"Saya tidak mengira akan diserbu pembeli. Saya pikir biasa biasa saja tapi ternyata banyak sekali pembelinya sampai kehabisan," terang Jamilah (45), seorang pedagang lauk pauk.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Zaenudi saat dikonfirmasi, membenarkan adanya beberapa harga kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan. Namun demikian, kenaikkan ini kata Zaenudin masih tergolong wajar.

"Ya ada yang naik dan ada juga yang stabil. Jadi ini hal yang lumrah. Kami saat ini juga terus melakukan pemantauan di pasar-pasar," terangnya saat dihubungi melalui telepon.

Tonton juga Video: Pasar-pasar di Semarang Masih Boleh Buka Saat 'Jateng di Rumah Saja'

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)