Buntut Kartun Nabi
Bisnis RI-Denmark Adem Ayem
Jumat, 10 Feb 2006 10:26 WIB
Jakarta - Ribut-ribut soal pemuatan kartun Nabi Muhammad dan berbuntut pada aksi boikot ternyata tidak mempengaruhi perdagangan Indonesia-Denmark. Perdagangan dua negara ini tidak terganggunya lantaran volume perdagangannya relatif kecil."Tidak terlalu banyak volumenya. Pasti ada pengaruhnya, tapi tidak besar, volume perdagangan kita dengan Denmark kan tidak signifikan," kata Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (KADIN) MS Hidayat, Kamis (9/2/2006).Menurut Hidayat, dengan volume perdagangan antara Indonesia dan Denmark yang sangat kecil itu, maka volume perdagangan secara nasional tidak akan terpengaruh. Selain itu saat ini belum ada pengusaha asing terutama dari Denmark yang mengajukan keluhannya ke KADIN."Tidak menjadi isu di kita. Saat ini belum ada yang datang pada kami, dari foreign chamber juga belum mempersoalkan itu," tukas Hidayat.Berdasarkan data dari Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Depdag, volume perdagangan Indonesia-Denmark selama empat tahun terakhir (1999-2003) terus turun. Dari US$ 180,3 juta tahun 1999, turun 0,4 persen tahun 2000 menjadi US$ 179,5 juta.Volume perdagangannya turun lagi 7,07 persen tahun 2001 menjadi US$ 166,8 juta. Dan semakin turun sebesar 11,27 persen tahun 2002 senilai US$ 147,96 juta dan selama Januari-Oktober 2003 senilai US$ 115,9 juta.
(qom/)











































