DPR Sebut Lumbung Pangan di Kalteng Gagal Panen, Mentan Protes!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 08 Feb 2021 14:46 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo hadir dalam rapat bersama Komisi IV DPR. Rapat itu membahas program kerja Kementan 5 tahun ke depan.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Proyek food estate atau lumbung pangan di Kalimantan Tengah menjadi sorotan Komisi IV DPR RI. Ketua Komisi IV DPR RI Sudin mengatakan para petani mengeluh panen tidak maksimal.

Sudin khawatir proyek lumbung pangan berpotensi menjadi program yang tidak jelas dan tidak fokus yang ujungnya berantakan.

"Beberapa waktu lalu, banyak ceritanya di media ini. Petani mengeluh karena panen cuma 2-3 ton. Saya minta penjelasan soal food estate ini, jangan ada program tidak jelas dan tidak fokus malah ujungnya berantakan," ujar Sudin dalam rapat kerja Komisi IV di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (8/2/2021).

Sudin pun mengatakan lumbung pangan di Kalimantan Tengah tidak efektif dan strategis. Dia menilai kalaupun panen sukses dan melimpah di Kalimantan Tengah kemungkinan masalah logistik akan muncul dan distribusi hasil panen akan sulit.

Dia menjelaskan ongkos distribusi hasil produksi akan sangat mahal. Pasalnya, hasil panen dari Kalimantan Tengah harus dibawa ke Jawa ataupun Sumatera yang cukup jauh dari Kalimantan Tengah.

Dia menilai tidak mungkin hasil panen di Kalimantan Tengah akan dibawa ke pulau Sulawesi, mengingat di sana sudah cukup baik pertanian dan pangannya.

"Kalaupun di Kalteng itu produksi melimpah bahkan 1 hektare bisa 5 ton misalnya, ada berapa juta ton gabah dan padi mau dibawa ke mana ini? Berapa ongkos angkut ke pelabuhan dan dari pelabuhan ke pulau Jawa atau Sumatera? Nggak mungkin dibawa ke Sulawesi karena di sana sudah bagus pertaniannya," ujar Sudin.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Anggia Erma mengatakan dari laporan masyarakat di sekitar lumbung pangan kebanyakan masih kurang mendapatkan sosialisasi soal tujuan pembangunan dan keuntungannya bagi mereka.

"Soal food estate ini saya ke sana pak kemarin, mereka ini butuh informasi komprehensif dari food estate ini. Dibutuhkan narasi lebih baik. Ini untuk apa dan keuntungannya apa buat masyarakat," kata Anggia.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Nama Mentan Terseret Isu Reshuffle, NasDem Yakin Kadernya Kerja Bagus':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2