Wapres: Bagi Hasil Freeport Mestinya Naik 2-3 Kali Lipat
Jumat, 10 Feb 2006 14:25 WIB
Jakarta - PT Freeport Indonesia kembali mendapat sorotan. Kali ini berkaitan dengan bagi hasil yang dianggap tidak mengimbangi lonjakan harga produk yang dihasilkan oleh perusahaan AS ini."Dengan harga emas dan copper yang semakin mahal, mustinya persentase bagi hasil juga naik 2-3 kali lipat," tukas Wapres Jusuf Kalla dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (10/2/2006).Wapres berharap bagi hasil yang lebih besar bisa digunakan untuk kepentingan rakyat Papua. "Karena 70 persen dari bagi hasil untuk rakyat Papua. Kita tidak ingin otonomi khusus jalan, tapi bagi hasilnya kecil," tegas WapresKetua Umum Golkar ini jugar berharap tak ada penyelewengan soal harga emas. "Sekarang masih 600 per ons ukurannya. Dihitung sekian jumlahnya. Jadi kita ingin dihitung secara riil," pinta Wapres.Mengenai pemeriksaan Freeport oleh tim gabungan, Wapres mengatakan bahwa hal itu bukanlah sesuatu yang baru. "Pada masa pak Kwik (Kwik Kian Gie/Mantan Menko Perekonomian), ada tim untuk evaluasi kinerja freeport. Baik dari sisi aspek pertambangan, maupun keuangannya Tiap lima tahun kita review lagi. Jadi tim gabungan itu yang diaktifkan kembali. Bukan bikin tim baru," ungkapnya.Pemerintah ingin setiap lima tahun proyek-proyek besar diperiksa kinerjanya. Wapres juga berjanji akan menindak Freeport jika terjadi penyimpangan. "Tentu ada sanksinya. Aturan jadi segi hukum, pajak, kita buat untuk kepentingan rakyat. Kita berniat baik saja, untuk rakyat," tegas Wapres.
(qom/)











































