Sri Mulyani Pimpin Satgas Satu Data Vaksinasi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 08 Feb 2021 19:20 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Foto: Agung Pambudhy: Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Jakarta -

Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Satu Data Vaksinasi. Satgas tersebut dipimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Erick menjelaskan, satgas tak hanya menangani data untuk vaksinasi virus Corona (COVID-19), tapi juga untuk vaksinasi di masa mendatang yang tepat sasaran.

"Kami juga sejak awal dengan Kominfo bersinergi untuk aplikasi Peduli Lindungi, yang di mana kita yakin satu data itu penting dalam melakukan tracing, dan lain-lain. Dan alhamdulillah kemarin sudah diputuskan, nanti Bu Menkeu sebagai Satgasnya, karena memang kita harapkan program satu data vaksinasi ini ke depan bisa berkelanjutan untuk menjaga program-program pemerintah untuk tidak salah sasaran," kata Erick dalam konvensi virtual Hari Pers Nasional, Senin (8/2/2021).

Selain satgas tersebut, pemerintah juga masih menggenjot pengembangan vaksin merah putih untuk melawan pandemi COVID-19. Meski saat ini pemerintah sudah menyediakan vaksin Sinovac, namun menurutnya pemerintah tak bisa terus-menerus membeli vaksin yang harganya cukup tinggi.

"Kita berperan aktif baik dalam ya nanti ke depannya vaksin merah putih, yang penting karena tidak mungkin kita beli vaksin terus, sangat mahal," urainya.

Apalagi pemerintah sudah menetapkan vaksinasi Corona akan digelar secara gratis untuk masyarakat. Untuk melaksanakannya, pemerintah akan menghadapi beban anggaran yang cukup besar.

"Tetapi tentu bagaimana vaksin merah-putih ini yang kita sudah kerja sama dengan 7 lembaga kita bisa percepat atau kita bisa dukung agar ini menjadi tidak ketergantungan. Karena tentu dengan pengadaan vaksin sekarang yang cukup mahal, ya pemerintah sangat terbebani," papar dia.

Erick menambahkan pemerintah selalu mengutamakan penanganan kesehatan. Pasalnya, hanya dengan cara itu pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19 bisa terjadi.

"Nah ini yang harus kita pastikan bagaimana sejak awal pemerintah selalu berbicara program Indonesia sehat, yaitu COVID-19 dulu harus diatasi, baru kita bisa bicara Indonesia sehat dan Indonesia tumbuh," tandas Erick.

(vdl/hns)