Kepala Bappenas Sebut Pandemi Bisa Terkendali di September 2021, Caranya?

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 09 Feb 2021 15:23 WIB
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Suharso Monoarfa menghadiri penghargaan SBA Indonesia 2019, di Jakarta.
Foto: Istimewa
Jakarta -

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyebut wabah pandemi COVID-19 di Indonesia bisa terkendali pada September 2021. Hal itu bisa dilakukan jika beberapa syarat dipenuhi.

Suharso mengatakan syarat pertama untuk bisa mengendalikan pandemi COVID-19 pada September 2021 adalah menurunkan angka reproduksi efektif/penularan berada di angka 0,9 dari yang saat ini mencapai 1,2.

"Hasil estimasi, wabah mulai terkendali di September 2021. Itu tercapai jika terjadi penurunan kasus baru secara konsisten. Harus di bawah satu, jadi 0,99 itu bisa dicapai September," ujarnya dalam konferensi pers 'Perkembangan Ekonomi Indonesia: Optimisme dengan Kerja Cerdas, Lekas, dan Tuntas' di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2021).

Secara asumsi, Suharso menjelaskan angka 0,9 kasus baru COVID-19 per hari bisa dicapai dengan efikasi vaksin Sinovac sebesar 65%. Itu diberikan sebanyak 2 dosis per orang dengan jeda 14 hari, sehingga efek perlindungan optimal tercapai 14 hari setelah vaksinasi kedua.

Kemudian, vaksinasi untuk masyarakat umum dapat dimulai pada 1 Maret 2021 dengan 31 ribu vaksinator, sehingga tiap vaksinator bisa melakukan vaksinasi kepada 30 orang per hari.

Namun, Suharso menegaskan, penurunan kasus baru hingga 0,9 per hari bukan berarti herd immunity bisa tercapai. Menurutnya, itu merupakan dua hal yang berbeda. Katanya herd immunity baru bisa dicapai dalam waktu 15 bulan sejak penyuntikan vaksin pertama dilakukan pada Januari 2021 silam.

"Dengan demikian, herd immunity 70% di Indonesia akan dicapai pada Maret 2022," tuturnya.

Suharso mengungkapkan, pengendalian pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih cepat jika Indonesia memperoleh tambahan vaksin dari Pfizer, AstraZaneca, dan Novavak yang punya efikasi lebih tinggi.

"Yang sekarang kita perjuangkan haruslah semua daerah menekan, memperlambat atau mengurangi laju pertambahan kasus. Kita harus tekan sedemikian rupa untuk tetap turun," imbuh Suharso.

Saksikan video 'Respons Pakar IDI soal Prediksi Corona RI Selesai 10 Tahun Lagi':

[Gambas:Video 20detik]



(zlf/zlf)