Buka Lapak Online Bisa Tanpa Modal, Begini Cara Mulainya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 10 Feb 2021 09:08 WIB
Shopping online concept - Shopping service on The online web. with payment by credit card and offers home delivery. parcel or Paper cartons with a shopping cart logo on a laptop keyboard
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Zaman makin maju, mengerjakan apapun kini makin mudah karena serba digital. Tak terkecuali dalam melakukan bisnis, pangsa pasar digital kini jadi tempat yang menjanjikan untuk memulai bisnis.

Menurut digital marketer sekaligus millenial entrepreneur Richard Putra untuk memulai bisnis tanpa modal pun sudah bisa. Tanpa memiliki produk, memulai bisnis online pun bisa menjadi dropshipper ataupun reseller.

"Mulai bisnis tuh sekarang langsung saja bisa, jualan online bisa, yang bisa dibilang tanpa modal pun ada. Kalau sekarang bisa aja jadi dropshipper tanpa produk bisa jualan online, buka bisnis online untuk pertama kalinya," ujar Richard dalam sesi d'Mentor detikcom, Selasa (9/2/2021).

"Kalau sudah ada modal mulai lah jadi reseller, distributor, sampai akhirnya jadi brand owner alias pemilik," lanjutnya.

Richard mengatakan kuncinya adalah pintar-pintar menggunakan semua media di internet, salah satunya adalah media sosial. Bahkan, aplikasi yang sepele macam TikTok pun menurutnya kini bisa dimaksimalkan untuk melakukan promosi penjualan.

"Bahkan sekarang aja ada TikTok jadi dulu itu mungkin dianggap generasi z banget lah isinya anak kecil doang, tapi sekarang tidak. Sekarang bisa dimaksimalkan untuk online shop atau pun personal branding," kata Richard.

Dia melanjutkan salah satu hal utama yang harus dipelajari adalah personal branding. Hal ini menurutnya dapat memudahkan bisnis untuk mendapatkan pasarnya.

Bila tidak pede memamerkan diri sendiri, bisa saja membuat akun publik yang berisi konten-konten yang mengedukasi tentang produk yang mau dijual.

"Saran saya miliki personal branding yang kuat dari sosmed, kalau belum berani personal branding ngapain? Bikin lah akun publik, sharing aja soal edukasi kalau audiens merasa bermanfaat mereka akan ikutin kita dan mereka bakal membeli apapun yang ditawarkan," papar Richard.

Dia melanjutkan salah satu masalah membangun personal branding adalah waktu yang tidak singkat. Meski begitu, masih ada solusi yang bisa dilakukan, yang pertama adalah belajar penggunaan iklan berbayar di media sosial.

"Kita bisa gunakan namanya skill digital marketing. Pertama kita belajar paid ads strategy, baik di Instagram, Facebook, Google, dan lain-lain," kata Richard.

Solusi yang kedua adalah mempelajari skill hypnowriting. Maksudnya, mempelajari menulis artikel ataupun membuat konten yang bisa menghipnotis dan bersifat persuasif kepada konsumen.

(hal/ara)

Tag Terpopuler