Banjir Landa Sejumlah Daerah, Basuki: Manajemen Airnya Tidak Baik

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 11 Feb 2021 12:01 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo (tengah) bersama (kiri ke kanan) Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri Sosial Juliari Batubara bersiap memberikan keterangan pers seusai rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/1/2020). Rapat tersebut membahas pencegahan dan penanganan dampak banjir di Jabodetabek dan Banten. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aww.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono/Foto: Antara Foto/Wahyu Putro A
Jakarta -

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bila banjir terjadi di suatu tempat, tandanya ada manajemen pengairan yang tidak baik. Pasalnya, menurut Basuki jumlah air selalu cukup.

Bila ada kelebihan atau kekurangan air di suatu tempat, maka ada manajemen pengairan yang salah di sana.

"Jadi, kalau kekeringan atau justru kebanjiran, pasti manajemen airnya ini ada yang tidak baik," ujar Basuki dalam sebuah webinar, Kamis (11/2/2021).

Secara hidrologis bahkan dalam kitab suci, menurutnya jumlah air itu tetap, tidak lebih ataupun kurang.

"Air ini, kalau hidrologis, umumnya dalilnya air itu tetap. Di dalam Alquran pun disampaikan, 'Aku turunkan air dalam jumlah yang tepat'," kata Basuki.

Basuki kembali menegaskan bila ada kelebihan ataupun kekurangan air di suatu tempat artinya ada manajemen air yang keliru.

"Kalau kekurangan atau kelebihan, ya berarti ada manajemen yang keliru. Karena Allah saja bilang saya berikan air dengan jumlah yang cukup," ungkap Basuki.

Basuki juga mengatakan apabila ada kualitas air yang jelek pun artinya ada masalah pada manajemennya.

"Ada juga air dengan kualitasnya kurang baik. Nggak bener kualitasnya, jelek, berarti itu manajemennya juga perlu diperbaiki," kata Basuki.

Lihat juga Video: Menteri PUPR Teteskan Air Mata Buat Anggota DPR yang Wafat Kena Corona

[Gambas:Video 20detik]



(hal/ara)