Potensi Sarang Burung Walet RI Ratusan Triliun, 90% Ekspor ke China

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 12 Feb 2021 16:16 WIB
Budidaya sarang burung walet memang sangat menggiurkan dan menjanjikan untung segunung. Itulah yang dirasakan oleh Marsel pengusaha yang baru saja merintis usaha tersebut. Gimana kisahnya?
Foto: Rachman_punyaFOTO
Jakarta -

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menerima kunjungan Duta Besar RRT untuk Indonesia Xiao Qian. Pertemuan tersebut membahas soal ekspor sarang burung walet dan produk lainnya.

Kunjungan ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan di Parapat di mana Wamendag Jerry Sambuaga waktu itu bertemu dengan Wamendag RRT.

Kepada Dubes China, Jerry menyampaikan beberapa hal. Salah satunya adalah mengenai potensi perdagangan sarang burung walet. Mengenai Sarang burung wallet, Jerry membuka akses pasar bagi produk sarang burung walet (SBW) Indonesia, khususnya melalui persetujuan penambahan register perusahaan SBW Indonesia di RRT dan peningkatan kapasitas ekspor di tahun 2021 oleh General Administration of Customs China (GACC). Diperkirakan potensi pasar sarang burung wallet mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.

China, katanya, menjadi pasar ekspor terbesar untuk komoditas sarang burung walet.

"Sarang burung wallet punya potensi yang sangat besar dan RRT adalah pasar utama yaitu mencapai 90% dari seluruh ekspor Indonesia. Karena itu Pak Mendag dan saya terus mendorong agar akses pasar sarang burung wallet bisa terus dijaga dan ditingkatkan." Kata Jerry dalam keterangannya, Jumat (12/2/2021).

Sebelumnya, pada pertemuan di sela kunjungan Menlu China Wang Yi beberapa waktu lalu, Jerry Sambuaga menyampaikan beberapa fokus perdagangan Indonesia. Beberapa hal yang dibahas kala itu adalah mengenai perdagangan sarang burung wallet, buah tropis dan beberapa isu lainnya. Pemerintah RRT waktu itu menyambut harapan Indonesia dan berjanji untuk menindaklanjutinya.

Selain sarang burung walet, Jerry juga mengatakan Indonesia akan memperluas pasar ekspor buah tropis. Karena itu, Indonesia meminta kerja sama RRT, agar GACC menandatangani protokol ekspor nanas Indonesia. Buah tropis lain juga ingin didorong ekspornya (manggis, salak, buah naga, pisang, dan longan/kelengkeng). Jerry juga meminta pembukaan ekspor untuk sawit dan kopi Indonesia.

"Banyak potensi buah tropis, salah satunya manggis yang ingin kita kembangkan. China adalah salah satu pasarnya di samping Eropa dan bahkan Timur Tengah. Indonesia punya keunggulan komparatif di sini.

Lebih lanjut, Jerry juga menekankan perlunya kedua negara segera mencapai neraca dagang yang seimbang. Produk Indonesia harus mendapatkan banyak kemudahan di RRT apalagi kedua negara sudah menandatangani dua perjanjian dagang penting yaitu regional comprehensive partnership agreement (RCEP) dan ASEAN-China FTA.

Dia mengajak agar implementasi kedua perjanjian itu dilakukan secara mutual agar kerja sama semua pihak bisa berjalan dengan mutual.

(aid/zlf)