Heboh soal Gaji Rp 250 Juta, Pekerjaan Apa yang Digaji Segitu?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 15 Feb 2021 11:18 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan hingga menembus rekornya selama satu tahun belakangan ini. Nilai tukar rupiah tembus level Rp 9.849/US$, pada Senin (27/5/2013) kemarin. file/detikfoto
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Gaji Rp 250 juta per bulan sedang ramai jadi perbincangan di media sosial. Tidak sedikit warganet yang bertanya pekerjaan atau profesi apa yang bisa menghasilkan seperempat miliar itu.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira mengatakan beberapa pekerjaan memang ada yang bisa menghasilkan hingga Rp 250 juta per bulan. Profesi itu berasal dari kalangan pengacara hingga manajer di sebuah perusahaan properti besar.

"Pekerjaan yang punya gaji sebesar itu ada beberapa kategori: Konten kreator/influencer digital, pengacara, digital marketing/developer/profesi berkaitan IT ekonomi digital, manajer di perusahaan properti raksasa, CEO perusahaan startup yang statusnya unicorn/decacorn," kata Bhima kepada detikcom, Senin (15/2/2021).

Meski begitu, Bhima menjelaskan untuk bisa memiliki profesi yang berpenghasilan Rp 250 juta butuh modal yang besar. Misalnya untuk jadi influencer butuh modal followers yang banyak dan harus terkenal, hingga jadi pengacara butuh modal pendidikan yang tinggi.

"Sebagian besar pekerjaan tadi butuh modal besar, misalnya terlahir sebagai anak artis, atau sebelumnya jadi artis yang punya banyak followers. Soal pendidikan juga penting karena beberapa profesi bergaji super butuh pendidikan yang tinggi, dan itu juga butuh modal besar," ucapnya.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho menambahkan profesi lainnya yang bisa menghasilkan gaji Rp 250 juta per bulan adalah berbisnis di sektor energi atau pertambangan, bisnis properti, bisnis multi-level marketing (MLM), hingga bisnis agen asuransi.

"Dengan gaji segitu kira-kira yang memungkinkan posisinya atau pekerjaannya misalnya kayak CEO atau bos-bos, owner perusahaan-perusahaan mineral atau pertambangan, energi seperti itu bukan hal yang aneh. Bisnis MLM, bisnis properti, bisnis agen asuransi itu bukan hal yang tidak mungkin kalau mereka bisa mencapainya di usia millenial," tuturnya.

Andy menjelaskan penghasilan atau Gaji Rp 250 juta per bulan sulit didapat di usia milenial jika pekerjaannya sebagai karyawan. Pasalnya, untuk sampai pada level penghasilan itu harus menduduki posisi sebagai direksi atau senior manajer.

"Kalau bekerja sebagai karyawan di usia millenial income-nya sedemikian besar pastinya rada susah karena harus nembus level direksi atau senior manajer. Yang usianya masih usia milenial mungkin belum tentu ada 1 di antara 100 orang," jelasnya.

Saksikan juga 'KPK Pelototi Subsidi Gaji, Menaker: Tak Ada Dana Mengendap':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/fdl)

Tag Terpopuler