Impor RI Turun Terus, Sinyal Buruk Ekonomi RI?

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 15 Feb 2021 11:40 WIB
Setelah beberapa bulan mengalami defisit alias tekor, pada Mei 2019 posisi neraca perdagangan berbalik menjadi surplus.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Nilai impor Indonesia pada awal 2021 tercatat sebesar US$ 13,34 miliar. Angka tersebut turun 7,59% dibandingkan bulan sebelumnya, dan terkontraksi 6,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan nilai impor disebabkan oleh turunnya penggunaan barang, baik konsumsi maupun bahan baku. Angkanya tercatat turun baik secara bulanan atau tahunan.

Penurunan nilai impor ini menjadi pertanyaan untuk kegiatan ekonomi di dalam negeri. Terutama penurunan impor tercatat berasal dari impor bahan baku dan barang modal.

Beberapa impor barang konsumsi yang turun di antaranya bawang putih dari Tiongkok, kemudian daging beku dari India, apel dari Tiongkok, milk and cream dari New Zealand, hingga anggur segar dari Tiongkok.

Sedangkan untuk bahan baku turun 2,62% secara bulanan, misalnya soybean dari Argentina, kemudian minyak diesel dari Singapura. Begitu pula untuk barang modal seperti impor mesin dari Tiongkok.

"Secara detil bisa dilihat, bahwa ada 4 golongan utama yang turun nilai impor, milsalnya mesin dan peralatan mekanis maupun perlengkapan elektrik dan serelia yang turun," kata Suhariyanto.

Berdasarkan negara asal, peningkatan impor tercatat dari Afrika Selatan, Kanada, Pakistan, Vietnam, dan Finlandia. Sebaliknya impor dari TIongkok turun tajam.

"Pangsa pasar impor kita tidak berubah, pertama dari Tiongkok, Jepang, Korsel, Singapura, dan Amerika Serikat," katanya.

Saksikan juga 'Tak Andalkan Impor, Jabar Suplai Daging Sapi dari NTB':

[Gambas:Video 20detik]



(hek/eds)