Aplikasi Ini Mudahkan Peternak Milenial Transaksi Telur

Angga Laraspati - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2021 14:29 WIB
Peternak ayam petelur asal Blitar Kurniawan Unggul Pambudi
Foto: Ari Saputra
Blitar -

Seiring berkembangnya teknologi, inovasi terus dikembangkan untuk memudahkan sektor usaha di dalam menjalankan bisnis. Ini juga yang tengah dicoba oleh BRI dalam membantu peternak telur di Kabupaten Blitar, Jawa Timur dalam memajukan produk unggulannya yaitu telur ayam.

Lewat sebuah aplikasi yang dinamakan 'Pasar Mikro', BRI menjadikan Blitar sebagai Pilot Project dari aplikasi ini. EVP Project Management Office Division BRI Agus Firmansyah mengatakan pemilihan Blitar sebagai pilot project dari aplikasi ini adalah potensi Blitar dalam memproduksi telur ayam.

"Ini semua dilakukan dari riset ya, karena kita sadar, kita semua tak bisa lepas dari telur. Bahkan semua bahan makanan kita semua dari telur. Jadi kami berkeyakinan telur ini tepat untuk kita mengembangkan ecosystem payment. Kemudian demand dari telur itu sifatnya tidak musiman, stabil,"ungkap Agus kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Adapun aplikasi yang tengah dikembangkan ini mempunyai beberapa fitur yang dapat memudahkan peternak khususnya para peternak milenial dalam bertransaksi telur. Fitur pertama adalah catatan keuangan yang akan membantu peternak dalam membukukan pendapatan dan juga pengeluaran dalam periode waktu tertentu.

Fitur kedua yaitu catatan barang, yang merupakan fitur untuk mencatat pasokan barang seperti pembelian pakan, dan kebutuhan lainnya. Ketiga adalah fitur pasar, yaitu fitur yang memudahkan peternak untuk menjual hasil ternaknya kepada pembeli. Dan fitur terakhir adalah atur tagihan yaitu fitur yang dapat mengingatkan peternak perihal tagihan yang belum terbayarkan atau dibayarkan.

Pimpinan Cabang BRI Blitar Yulizar Verda Febrianto mengatakan keinginan mimpi besar dari aplikasi tersebut adalah mampu memotong mata rantai yang panjang. Sedangkan tujuan besarnya nanti adalah mampu menyediakan akses pembiayaan melalui aplikasi tersebut.

"Misalnya saya sebagai pelaku usaha yang sudah bergabung di aplikasi tersebut, transaksi keuangan saya bisa tercermin di aplikasi tersebut dan terecord. Nah dari situ nanti akan muncul berapa sih volume maksimal yang bisa dikembangkan lagi, dan itu tentunya butuh modal, modal itu ada semacam soft loan dari BRI, jadi ini arahnya lebih ke dalam akses permodalan," ungkap Yulizar.

Ia menambahkan keuntungan peternak bila menggunakan aplikasi ini yang pertama adalah adanya kepastian dari pembeli. Sehingga ketika stok sudah ada, peternak di Blitar tak perlu lagi bingung ingin menjual hasilnya ke mana.

"Penjual itu kan juga ingin langsung dapat dari petani langsung supaya dapat harga yang terbaik. Nah itu kita coba menjembatani, jadi tak ada situasi yang terlalu tinggi. Ketika sudah jelas jadi kita bisa mengukur harganya," jelasnya

"Jadi kan petani itu bisa mengetahui berapa banyak pakan yang harus dibutuhkan untuk memenuhi keinginan ini. Nah, jadi produksinya ini lebih meningkat tak hanya untuk telur tapi juga untuk transportasi dan juga pakan," tambahnya.

Peternak ayam petelur asal Blitar Kurniawan Unggul PambudiPeternak ayam petelur asal Blitar Kurniawan Unggul Pambudi Foto: Ari Saputra

Kemudahan dirasakan oleh salah seorang peternak milenial, Kurniawan Unggul Pambudi (30) yang sudah menggunakan aplikasi tersebut. Adapun perbedaan dari sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi sangat dirasakan oleh Unggul.

"Semua sudah tersistem di HP masing-masing. Termasuk pembukuan, cek in awal, belanja, jual telur, tidak perlu lagi dengan menggunakan lembaran buku yang banyak. Mungkin bagi orang sepuh mungkin agak sedikit terhambat, namun ini mudah untuk dipelajari," tutur Unggul.

Kemudian ia juga menemukan kemudahan dalam hal penjualan telur. Sebab, aplikasi dari BRI ini memiliki sebuah fitur untuk menalangi uang hasil dari penjualan telur yang dilakukan Unggul.

"Kemudian masalah jual telur di situ ada pasar tertutup dan terbuka, harga jual bisa sesuai dengan yang kita inginkan. Ada sistem talangan dari BRI, jadi tidak khawatir uang tidak terbayar. Ketika telur sudah diambil dan dikonfirmasi sudah diambil dan uang langsung masuk ke aplikasi kemudian ke rekening BRI kita kurang lebih 2 hari," tandasnya.

"Bisnis ini kan masih autopilot, masih tersentral untuk beberapa orang saja yang menggunakan belum semua. Kalau nanti sudah lebih banyak yg pakai, pasti harga telur bisa lebih baik," pungkas Unggul.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.

(akn/hns)