Divaksin Corona Mulai Besok, Pedagang Pasar Tanah Abang Ada yang Menolak

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2021 19:45 WIB
Pembeli di Pasar Tanah Abang masih menggunakan kantong plastik
Pasar Tanah Abang/Foto: Kadek Melda/detikcom
Jakarta -

Pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat akan menerima vaksinasi COVID-19 secara bertahap mulai besok. Berdasarkan data yang ada, sebanyak 9.000 pedagang telah terdaftar sebagai penerima vaksin.

Reza, salah satu pedagang Pasar Tanah Abang di Blok A mengaku ogah divaksin COVID-19. Dia adalah salah satu dari banyak pedagang lain yang katanya juga menolak divaksin.

"Kalau saya pribadi nggak mau ikutan (divaksin). Saya dan juga banyak pedagang lainnya banyak nggak mau divaksin," kata Reza saat dihubungi detikcom, Selasa (16/2/2021).

Sayangnya Reza tidak menjelaskan secara rinci apa alasannya menolak vaksinasi COVID-19. Dia juga tidak mengetahui pasti berapa jumlah pedagang yang menolak divaksin.

"(Alasannya menolak divaksin) nggak mau aja. Saya nggak tahu berapa (pedagang yang nggak mau divaksin), yang saya kenal sekitar gang saya Blok A," ucapnya.

Saat ditanya apakah tidak takut disanksi jika menolak vaksin COVID-19, Reza menjawab bahwa tindakan itu merupakan sebuah pemaksaan. "Emang udah ada undang-undangnya? Pemaksaan dong," tuturnya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona COVID-19.

Dalam Perpres itu disebutkan setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin COVID-19 namun tidak mengikuti vaksinasi COVID-19 dapat dikenakan sanksi administratif berupa penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial, penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan dan/atau denda.

Lain halnya dengan Ketua Koperasi Pedagang Tanah Abang, Yasril Umar. Dia mengaku mendukung program vaksinasi COVID-19 yang dilakukan pemerintah untuk mendorong kepercayaan masyarakat belanja di pasar.

"Pada prinsipnya kita mendukung program itu (vaksinasi) untuk mendukung keyakinan kepada pengunjung datang ke pasar," tuturnya.

Yasril sendiri salah satu orang yang sudah terdaftar sebagai penerima vaksin. Namun untuk pelaksanaan vaksinasinya, dia harus menunggu giliran karena vaksinasi COVID-19 yang dimulai besok adalah untuk pedagang Pasar Tanah Abang di Blok A, sedangkan dirinya berada di Blok B.

"Saya kan di blok B, yang besok di blok A," ucapnya.

Berdasarkan datanya, jumlah pedagang Pasar Tanah Abang mencapai 18.000-an orang sebelum pandemi COVID-19. Namun jumlah itu kemungkinan berkurang karena banyak toko yang tutup selama pandemi.

"Jumlah pedagang kalau blok A, B F, itu kalau nggak salah sekitar 18.000-an mungkin ada, itu sebelum COVID. Mungkin sekarang agak berkurang berapa persen. Itu pedagang ataupun karyawannya termasuk," tandasnya.

(aid/zlf)