Pasokan Sparepart Terhambat, Pabrik Mobil di Jerman Terancam Tutup

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 17 Feb 2021 09:04 WIB
Permintaan mobil listrik diperkirakan akan meningkat begitu juga di Indonesia, yuk intip foto-foto pembuatan mobil listrik di beberapa negara.
Ilustrasi Foto: Getty Images/Jens Schlueter
Jakarta -

Industri mobil di jantung industri manufaktur besar Jerman menghadapi ancaman baru. Ancaman itu adalah tertundanya pengiriman suku cadang penting imbas dari pemberlakuan pemeriksaan ketat di perbatasan negara.

Dilansir dari CNN, Rabu (17/2/2021) pengiriman suku cadang penting yang tertunda ini dapat memaksa pabrik-pabrik ditutup karena kekurangan bahan baku.

Para pengemudi truk barang, termasuk yang mengangkut suku cadang penting mengalami keterlambatan pengiriman barang setelah Jerman memberlakukan pemeriksaan yang lebih ketat di perbatasannya dengan Austria, Republik Ceko, dan Slovakia. Proses imigrasi para kru dari truk juga makin ketat.

Hal itu dilakukan sejak hari Minggu kemarin dalam upaya untuk mencegah varian baru virus COVID-19 memasuki Jerman.

"Ada kemacetan lalu lintas yang panjang di perbatasan karena persyaratan pengujian dan pendaftaran, rantai pasokan kemungkinan besar akan rusak dan produksi akan terhenti di banyak pabrik mobil penumpang di Jerman tidak lama kemudian," kata Hildegard Müller, presiden Asosiasi Industri Otomotif Jerman.

Pengetatan pemeriksaan perbatasan diberlakukan menyusul merebaknya varian virus Corona baru di Republik Ceko dan wilayah Tyrol Austria. Disinyalir virus baru itu menyebar lebih cepat daripada jenis lainnya.

Produsen mobil terbesar Eropa Volkswagen, (VLKAF) yang memiliki merek Audi, Skoda dan Seat, mengatakan hingga kini belum ada masalah serius di pabriknya karena truk terjebak di perbatasan. Namun, bila situasi seperti ini terus terjadi, pembatasan dan pengurangan produksi bukan tidak mungkin akan terjadi.

"Jika situasi lalu lintas perbatasan semakin buruk dan mengakibatkan antrian yang lebih panjang, tidak mungkin lagi kita mengesampingkan opsi pembatasan produksi di Volkswagen," kata seorang juru bicara Volkswagen.

"Kami melihatnya sebagai tugas politisi untuk memastikan pertukaran barang secara bebas melintasi perbatasan negara dan membuat peraturan yang jelas dalam keadaan luar biasa seperti ini," lanjutnya.

BMW pun mengatakan hal sama, pabriknya masih beroperasi dan berjalan sesuai rencana. Seorang juru bicara mengatakan perusahaan tetap akan memantau situasi dalam koordinasi yang erat dengan pemasok dan mitra logistiknya.

Industri otomotif memainkan peran besar dalam ekonomi yang didorong ekspor Jerman. Secara langsung industri ini mempekerjakan lebih dari 880.000 pekerja di bidang manufaktur. Pabrik mobil di Jerman memproduksi lebih dari 4,6 juta mobil pada 2019, terhitung lebih dari seperempat dari total Uni Eropa.

Ancaman penundaan suku cadang dari pemasok di Eropa timur adalah yang terbaru dari serangkaian masalah logistik bagi industri mobil Jerman. Baru-baru ini, mereka baru saja menghadapi kekurangan global chip komputer yang digunakan dalam kendaraan mereka.

(hal/zlf)