Pemerintah Raup Rp 30 T dari Lelang Surat Utang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 17 Feb 2021 15:17 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah telah menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) untuk 7 seri melalui sistem lelang Bank Indonesia pada 16 Februari 2021 kemarin. Tujuh seri tersebut yakni seri SPN03210519 (new issuance), SPN12220203 (reopening), FR0086 (reopening), FR0087 (reopening), FR0088 (reopening), FR0083 (reopening) dan FR0089 (reopening).

Seperti dikutip laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), total nominal yang dimenangkan dari lelang tersebut sebesar Rp 30 triliun.

"Total nominal yang dimenangkan dari tujuh seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp30.000.000.000.000,00 (tiga puluh triliun rupiah)," bunyi keterangan tersebut seperti dikutip detikcom, Rabu (17/2/2021).

Sementara, total penawaran yang masuk mencapai Rp 60 triliun atau dua kalilipatnya. "Total penawaran yang masuk sebesar Rp60.845.100.000.000,00 (enam puluh triliun delapan ratus empat puluh lima miliar seratus juta rupiah)," bunyi keterangan tersebut lebih lanjut.

Menurut pemerintah, permintaan investor lelang kali cukup baik. Hal ini terlihat dari penawaran (bids) yang masuk yang mencapai Rp 60,8 triliun.

"Adapun fokus investor pada lelang kali ini adalah dua SUN seri benchmark dengan tenor 5 dan 10 tahun. Incoming bids untuk kedua seri tersebut mencapai 50,9% dari total, dimana tenor 5 tahun merupakan seri yang paling diminati dengan permintaan yang masuk mencapai Rp 15,9 triliun," kata Direktur Surat Utang Negara (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan.

Investor domestik mendominasi permintaan lelang. Sementara, partisipasi investor asing sebesar 15,5% dari total penawaran dan sebagian besar berada pada tenor 5 dan 10 tahun.

"Dengan mempertimbangkan yield/imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder serta rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, termasuk untuk pembiayaan program Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp 30 triliun," ujarnya.

"Sesuai dengan kalender penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) tahun 2021, lelang penerbitan SUN (Surat Utang) selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2021. Pemerintah optimis kondisi pasar akan tetap kondusif dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembiayaan APBN melalui penerbitan SBN," sambungnya.

(acd/fdl)