Vaksinasi Tahap Kedua Cuma Sasar Pedagang Pasar, Pelaku UMKM Protes

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 17 Feb 2021 15:26 WIB
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Vaksinasi virus Corona (COVID-19) tahap kedua turut menyasar pedagang pasar. Hal itu membuat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) protes lantaran tak termasuk di dalamnya. Pemerintah sendiri menargetkan vaksinasi terhadap pedagang pasar menyasar 1.365.007 orang.

"Padahal anggota kita atau usaha mikro ini sangat banyak, sangat besar, bahwa ada 63 juta usaha UMKM yang memang usaha mikronya itu rata-rata pedagang pasar dan lain-lain, itu kurang lebih sekitar 60 jutaan," kata Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Muhammad Ikhsan Ingratubun dalam diskusi virtual di saluran YouTube FMB9, Rabu (17/2/2021).

Lanjut dia, pedagang bukan hanya di pasar, adapula pedagang-pedagang tradisional, warung warung tradisional yang juga melakukan interaksi dengan pembeli.

"Jadi mungkin baiknya bukan hanya menyasar pedagang pasar tetapi warung-warung tradisional itu juga baiknya atau juga warung-warung yang modern misalnya Alfamart, Indomaret, kan ada penjaganya, ada penjaga tokonya itu harusnya juga disasar sebenarnya," paparnya.

Meski demikian, pihaknya tetap mengapresiasi upaya pemerintah untuk melakukan vaksinasi terhadap para pedagang pasar.

"Tapi nggak apa-apa kita mulai dengan pedagang pasar bahwa memang paling sering terjadi interaksi atau paling mudah untuk membawa atau menularkan COVID, kita senang saja cuma memang jumlahnya saya terus terang tidak terlalu happy," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Plt Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan, pelaku UMKM yang disebutkan di atas akan mendapatkan vaksinasi pada tahap selanjutnya.

"Untuk masyarakat pelaku ekonomi lainnya, usaha mikro lainnya, saya kira itu sudah akan masuk di tahap berikut, ada kan tadi masyarakat lainnya, itu pasti akan dapat untuk tahap-tahap berikutnya. Tapi khusus pedagang pasar, kami mohon maaf itu dapat data dari BPJS Ketenagakerjaan dan Askrindo. Ya belum tentu juga sejumlah itu, bisa kurang bisa lebih," tambahnya.

Ikhsan pun memberikan saran kepada pemerintah untuk memanfaatkan data penerima program Bantuan Presiden (Banpres) Produktif, untuk melakukan Vaksinasi terhadap pelaku UMKM.

"Di teman-teman di Kemenkop UKM, dengan memberikan banpres Rp 2,4 juta untuk 12 juta itu datanya sudah lengkap itu Pak, di luar daripada atau sudah termasuk dari pedagang pasar, itu sudah dengan serta-merta dalam tahun ini sudah ada untuk 12 juta itu sudah kurang lebih 10 juta sudah di situ datanya lengkap itu, lengkap datanya, lengkap usahanya, kelengkapannya semuanya ada di situ," tambahnya.

(toy/fdl)