RI Akan Rembukan Dengan Lembaga Rating Soal Kebijakan
Senin, 13 Feb 2006 10:29 WIB
Jakarta -
Dua lembaga pemeringkat internasional telah memberikan penilaian yang berbeda terhadap Indonesia. Oleh karenanya, pemerintah akan berupaya mengintensifkan pembahasan atas kebijakan yang diambilnya dengan para lembaga pemeringkat tersebut. Rencananya, Departemen Keuangan (Depkeu) juga akan membentuk Investment Relation Unit (IRU), meniru langkah Bank Indonesia (BI)."Kemarin kan BI sudah membuat suatu investment relation unit. Saya sendiri juga akan bikin. Jadi bagaimane mereka come up dengan satu judgement, faktor apa yang bisa kita komunikasikan," ujar Menkeu Sri Mulyani Indrawati di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (13/2/2006).Sri Mulyani menambahkan, pemerintah sendiri melihat rating dari sisi substansi penilaian para lembaga pemeringkat itu dan bagaimana posisi Indonesia terhadap yang lain. Yang pasti, dari sisi kebijakan pemerintah tidak ada yang berubah dari RKAP dan APBN. Setelah Standard and Poor's menaikkan outlook Indonesia menjadi "positif", kini giliran Fitch Ratings menurunkan outlook menjadi "stabil". "Itu kan tanda-tanda bagus kalau semua policy dan indikator makro ekonomi dianggap konsisten. Dan nanti indikatornya confirm. Next time kita bisa revise, dalam hal ini positif. Kan mereka melihat ada harapan," tukas Sri Mulyani.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































