3 Fakta soal Lays hingga Cheetos yang Bakal 'Menghilang' di Indonesia

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 20:00 WIB
Coca-Cola hingga Hot Cheetos, Makanan yang Tercipta karena Ketidaksengajaan
Foto: Istimewa
Jakarta -

Pecinta mecin pasti tau 3 merek cemilan ini Lays, Doritos, dan Cheetos. Sayangnya, mulai Agustus 2021 mendatang, pecinta micin tak bisa lagi 'nyemil' ketiga makanan ringan tersebut. Lho, kenapa?

Berikut 3 Fakta soal Lays hingga Cheetos yang bakal menghilang di Indonesia:

1. Saham Produsennya Diborong Indofood

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk memborong seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang awalnya dimiliki Fritolay Netherland Holding B.V., afiliasi dari PepsiCo Inc. per 17 Februari kemarin.

"Sehubungan dengan dilakukannya transaksi, maka IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo, yang harus sudah diselesaikan dalam waktu 6 bulan dari sejak tanggal dilakukannya transaksi," tulis Corporate Secretary ICBP Gideon A. Putro dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi BEI dikutip detikcom, Kamis(18/2/2021).

Dengan demikian bila dihitung dari tanggal transaksi, maka mulai Agustus 2021 nanti makanan ringan produksi PepsiCo seperti Lay, Doritos, hingga Cheetos harus setop produksi.

2. Tenang, Lays hingga Cheetos Menghilang Sementara Kok

Namun, ICBP tak serta merta melarang Lays hingga Cheetos setop produksi selamanya. Aturan setop produksi hanya berlaku 3 tahun sejak berakhirnya masa transaksi.

"Fritolay, PepsiCo dan atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun sejak berakhirnya masa transisi," tegasnya.

Untuk diketahui, nilai transaksi dari aksi beli saham tersebut mencapai Rp 494 miliar atau sebanyak 49% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL. Kini, kepemilikan saham ICBP dalam IFL menjadi 99,99% dari total seluruh saham yang diterbitkan IFL.

3. Saham Indofood Merangkak Naik

Usai aksi borong saham produsen Cheetos tersebut, saham emiten berkode saham ICBP itu terpantau mulai merangkak naik. Melansir RTI, per pukul 10.15 WIB, saham konsumer ini tercatat naik 50 poin atau 0,57% ke level 8.875 per saham. Pada perdagangan hari ini, saham ICBP dibuka di level 8.900 dengan rata-rata kenaikan pagi ini mencapai 0,57% atau tertinggi sempat menyentuh level 8.925.

Sebelumnya, pergerakan saham ICBP tercatat kurang baik. Dalam sepekan, saham ICBP tercatat -1,39%, sebulan -8,53%, dalam 6 bulan ini lebih dalam lagi mencapai -11,72%, dan dalam setahun (YTD) -24,68.

Selama sepekan, mayoritas saham ICBP ditransaksikan oleh investor dalam negeri mencapai 65,41% sedangkan investor asing hanya 34,59%. Transaksi paling besar dilakukan oleh aksi beli saham investor dalam negeri hingga 44,37%. Sedangkan aksi jual saham ICBP paling banyak dilakukan oleh net foreign sell mencapai 29,69% atau -123,6 juta saham di pasar reguler.

Saham ICBP saat ini memiliki rasio price book value (PBV) 3,85 kali, sedangkan earning per share atau laba bersih per sahamnya Rp 453.

(zlf/zlf)