Kinerja BUMN Letoy Karena Panik

Bosnya Jadi Tersangka

Kinerja BUMN Letoy Karena Panik

- detikFinance
Senin, 13 Feb 2006 15:05 WIB
Jakarta - Penangkapan sejumlah direksi dan komisaris BUMN baru-baru ini ternyata mempengaruhi kinerja BUMN yang bersangkutan. Akibatnya, target-target BUMN selama triwulan I-2006 diperkirakan takkan tercapai. Alasan?"Saya sudah evaluasi pengaruhnya terhadap kinerja BUMN. Saya akui di Telkom, Bank Mandiri, BNI, PLN dan lainnya mengalami slow down oleh karena banyak orang yang lebih dulu panik," jawab Sugiharto saat ditanya perihal ditangkapnya sejumlah pejabat BUMN oleh pihak kejaksaan dan kepolisian. Selain kepanikan dari sejumlah pejabat BUMN, Sugiharto juga mengungkapkan bahwa kini para pejabat mulai ketakutan menjadi panitia tender atau lelang. "Dulu itu orang mau jadi pimpro pada rebutan. Sekarang tak ada yang berani jadi pimpro. Orang juga sekarang pada takut jadi panitia lelang dan tender," ungkap Sugiharto usai pelantikan Panglima TNI dan KSAU pagi ini di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/2/2006).Meski diakui mengganggu kinerja BUMN bersangkutan, namun Sugiharto mengaku dirinya mendukung seluruh proses hukum yang ditempuh oleh aparat penegak hukum dan berjanji tidak akan mempersulit proses hukum. "Sesungguhnya yang salah harus salah, diproses saja secara hukum. Yang merasa benar, kan ada protap, sesuatu yang baku. Jadi tidak boleh mempengaruhi dalam mengambil keputusan," tambahnya.Dengan turunnya kinerja, Sugiharto memrediksi capital expenditure BUMN dalam 3 bulan pertama 2006 tidak akan terpenuhi. "Dan akibatnya itu merupakan revenue strip perusahaan. Kalo investasi terlambat kan otomatis potensial earning juga terlambat. Pada gilirannya bisa pengaruhi perolehan dividen," sesal Sugiharto. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads