Fitch Turunkan Peringkat RI, Gubernur BI Bingung
Senin, 13 Feb 2006 15:49 WIB
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah mengaku tidak habis pikir dengan alasan lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings yang telah menurunkan outlook peringkat Indonesia dari "positif" menjadi "stabil".Burhanuddin menjelaskan, neraca keuangan Indonesia yang dipermasalahkan oleh Fitch sebenarnya dalam kondisi yang baik.Burhanuddin bahkan memperkirakan neraca keuangan Indonesia pada tahun 2006 akan surplus, mengingat konsumsi BBM yang semakin turun. Sementara cadangan devisa telah meningkat menjadi US$ 35 miliar dari posisi US$ 30 miliar dua bulan yang lalu."Dan trennya saya pikir masih terus meningkat," ujar Burhanuddin kepada Dow Jones di sela-sela menghadiri Bank for International Settlements di Shanghai, Senin (13/2/2006)."Jadi saya tidak tahu kenapa Fitch khawatir soal itu," ujar Burhanuddin heran.Dalam pernyataan yang dikeluarkannya, Fitch menyatakan, penurunan peringkat itu antara lain berkaitan melemahnya posisi keseimbangan neraca keuangan yang berhubungan dengan periode pembayaran amortisasi sektor swasta yang cukup berat.Untuk memperkuat posisi eksternal, Fitch menyarankan agar usaha untuk membangun aliran modal masuk yang berkesinambungan, terutama untuk Penanaman Modal Asing (PMA), lebih diperkuat.ABN-Amro menilai peringkat yang dikeluarkan oleh Fitch tersebut telat dan datanya kadaluwarsa. "Kemunduran (posisi neraca keuangan) adalah terburuk pada kuartal kedua dan ketiga tahun 2005. Namun setelah itu, saya kira situasinya sudah membaik," ujar Irene Cheung, head of Asia sovereign and foreign exchange strategy ABN Amro.
(qom/)











































