Jateng Mulai Gelar OP Gula

Jateng Mulai Gelar OP Gula

- detikFinance
Senin, 13 Feb 2006 16:08 WIB
Semarang - Harga gula kian menggila. Untuk menstabilkannya, Pemprov Jateng pun mulai menggelar Operasi Pasar (OP), Senin (13/2/2006).Kasubdin Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng Edison Ambarura menyatakan, untuk tahap pertama, Kota Semarang jadi sasaran OP. Selanjutnya, hal serupa akan digelar sesuai kebutuhan masing-masing daerah."Jadi berdasarkan hasil rapat dengan PTPN IX, kami sepakat untuk menggelar OP mulai hari ini. Bupati/ walikota sudah kami surati soal hal ini," kata Edison di kantornya, Jl. Pahlawan Semarang.Saat ini, harga di pasaran berkisar antara Rp 6.300-Rp 6.500 per kg. Sedangkan harga toleransi pemerintah hanya Rp 6.000 dan harga produsen hanya Rp 5.200 per kg.Lonjakan harga gula terjadi karena beberapa faktor, yakni kenaikan harga gula di pasar internasional, subsidi gula di Eropa dihapus, permintaan gula dunia naik, dan banyaknya pabrik (produsen gula) yang melakukan diversifikasi ke usaha etanol."Faktor-faktor itu sangat berpengaruh pada harga gula di dalam negeri. Karena itu, kami melakukan langkah-langkah penyesuaian agar tidak terjadi gejolak yang berlebihan," papar Edison.Edison menyebutkan, hingga saat ini stok gula di Jateng mencapai 47.850 ton. Jumlah itu diperkirakan cukup untuk 2 bulan ke depan karena kebutuhan gula hanya 30 ton per bulan. Sebanyak 24 ton untuk rumah tangga dan 6 ton untuk industri.Ketika ditanya soal gula impor, Edison menjelaskan, pihaknya telah menerima 15 ribu ton gula. "Akhir tahun lalu, kita kedatangan 12 ribu ton gula impor dari Vietnam. Sebanyak 10 ribu ton untuk Jateng dan dua ton untuk Yogya," imbuhnya.Untuk membaca pergerakan harga gula, Disperindag memantau beberapa daerah sebagai sampel. Diantaranya, Kota Semarang, Solo, Pati, Tegal, dan Pekalongan. Tahun ini, produksi gula di Jateng diperkirakan mencapai 2270,54 ton. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads