Harga Tak Bersaing, OP Gula di Semarang Sepi Pembeli

Harga Tak Bersaing, OP Gula di Semarang Sepi Pembeli

- detikFinance
Senin, 13 Feb 2006 16:54 WIB
Semarang - Harga gula yang melonjak tak membuat masyarakat asal beli. Hal itu terbukti di Semarang. Karena harga OP (Operasi Pasar) gula tak beda jauh dengan harga pasaran, kios OP pun sepi pembeli.OP gula di Semarang digelar di 5 pasar tradisional, yakni Pasar Johar, Karangayu, Bulu, Gayamsari, dan Peterongan, Senin (13/2/2006). Masing-masing lokasi diberi jatah 5 ton. Satu kilogram gula dijual dengan harga Rp 6.000.Di Pasar Johar, sejak dibuka, lokasi OP tak banyak dihiraukan. Hanya beberapa orang yang terlihat membeli dengan sedikit menggerutu. Mereka protes karena karena harga OP sama saja dengan harga di pasar."Kalau harganya bisa lebih murah dari harga pasar, baru saya mau beli banyak. Ini harganya sama saja kok. Lebih baik beli di langganan saya," kata salah satu perempuan sambil meninggalkan lokasi OP.Hal yang agak aneh terjadi. Di Pasar Karangayu, harga gula berbeda dengan tempat-tempat OP lain. Penjual tidak menjual Rp 6.000 per kg, tapi hanya Rp 5.700 per kg.Karena terhitung murah, masyarakat tertarik. Meski tak terlihat antrean panjang dan berdesakan, masyarakat terlihat antusias membeli.Harga gula di Semarang memang terus meningkat. Di pasar tradisonal satu kilogram dijual seharga Rp 6.000, sedangkan di tingkat pengecer harganya mencapai Rp 6.300-Rp 6.500 per kg.Berdasarkan data Disperindag Jateng, harga gula di tingkat produsen mencapai Rp 5.200 per kg. Setelah dihitung dengan biaya produksi dan distribusi, harga toleransi pemerintah di tingkat grosir adalah Rp 6.000 per kg. Namun di tingkat pengecer harganya bisa mencapai Rp 6.500 per kg. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads