Fahmi Kecam Kadin Soal Tak Mau Bayar Listrik
Senin, 13 Feb 2006 19:20 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengecam pernyataan Kadin yang mengatasnamakan 100 asosiasi dunia usaha untuk memboikot membayar listrik apabila TDL jadi naik."Sewaktu zaman saya jadi pengusaha selalu menempuh cara berunding tidak lewat ancam mengancam, kemarin saya sungguh kecewa dengan 100 asosiasi tiba-tiba mengancam tak bayar kalau TDL naik, itu bukan sikap pengusaha," kata Fahmi Idris saat konferensi pers di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (13/2/2006).Dirinya menyesalkan apabila dengan cara mengancam ini dituruti oleh pemerintah, mestinya yang dilakukan pengusaha adalah lewat perundingan. "Ini yang marah-marah yang besar (pengusaha) bagaimana dengan yang kecil menengah, nanti mereka marah lagi itu tidak sensitifnya teman-teman di Kadin, mestinya yang besar diam aja mestinya kecil menengah yang protes," tambah Fahmi.Menurutnya, fakta adanya kekurangan subsidi yang menyebabkan TDL harus naik memang akan menimbulakan pro dan kontra. "Tapi ini agak sulit dihindari, siapa yang akan menutupinya kalau bukan dengan cara ini inilah yang patut dirundingkan bukan mengancam dengan membuat petisi beramai-ramai," katanya."kalau Rp 7 triliun dibebankan pemerintah tidak enteng bisa jadi malapetaka baru. Sementara itu pemerintah mengcover dana BLBI Rp 600 triliun yang dilakukan pengusaha yang lari keluar negeri. Coba kalau saya lepas akan jadi serangan balik hati-hati saudara Sofyan Wanandi(Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia)," ancamnya.
(mar/)











































