3 Dampak Insentif PPnBM Mobil Baru ke Pedagang Mobil Bekas

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2021 19:30 WIB
Mobil baru diwacanakan mendapat insentif pembebasan pajak hingga 0 persen. Tapi kebijakan ini dikhawatirkan mengganggu kelangsungan bisnis pedagang mobil bekas.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Diskon PPnBM untuk mobil baru akan berlaku mulai Maret 2021. Pada 3 bulan pertama, (Maret-Mei), PPnBM mobil baru akan dibebaskan dengan skema ditanggung pemerintah (DTP), periode Juni-Agustus diskon 50% dari tarif normal, dan September-Desember diskon 25% dari tarif normal.

Jenis kendaraan yang mendapat fasilitas adalah kategori sedan dan tipe 4x2 seperti hatchback, MPV, dan SUV dengan segmen sampai dengan 1.500 cc, menggunakan bahan baku lokal sebesar 70%, dan kendaraan dirakit di dalam negeri. Kebijakan itu pun akan membuat harga mobil baru menjadi lebih murah.

Namun, kebijakan itu tentunya berdampak pada penjual mobil bekas. Berikut 3 dampak diskon PPnBM mobil baru terhadap penjualan mobil bekas:

1. Terpaksa Turunkan Harga

Chief Operating Officer Mobil88 Halomoan Fischer sebagai pedagang mobil bekas mengatakan, pada 3 bulan pertama implementasi kebijakan tersebut, di mana PPnBM mo ≤ 1.500 cc kategori sedan dan 4x2 dibebaskan, maka para pedagang mobil bekas akan mengalami koreksi pendapatan bersih atau profit. Pasalnya, para pedagang mobil bekas juga harus menurunkan harga jual mobil bekas yang sebelumnya dibeli dengan harga normal.

"Di awal-awal penerapan kebijakan PPnBM ini memang ada sedikit ancaman bagi kami pedagang mobil bekas bahwa pada saat nanti mobil baru ada penyesuaian harga, kan kami keburu pegang stok dengan nilai yang lama. Jadi mungkin bisa ada koreksi sedikit harga, ada sedikit koreksi profit," kata Halomoan dalam live d'Rooftalk edisi 'Mobil Murah Harga Corona', Rabu (17/2/2021).

2. Penjualan Mobil Bekas Diprediksi Tetap Naik

Penjualan mobil baru diprediksi naik dengan dibebaskannya PPnBM pada Maret-Mei, dan setelahnya diberikan diskon. Meski begitu, Halomoan optimistis naiknya penjualan mobil baru turut mengerek penjualan mobil bekas. Dengan demikian, volume penjualan mobil bekas akan naik meskipun harganya harus turun.

"Mobil bekas itu mengikuti industri mobil barunya. Kalau industri mobil baru bergerak naik, maka mobil bekas naik juga. Jadi kalau kebijakan ini bisa naikkan volume penjualan mobil baru, saya optimistis di mobil bekas juga naik," urai dia.

3. Keuntungan Lebih

Selain itu, menurut Halomoan, pada periode Juni-Agustus dan September-Desember, para penjual mobil bekas bisa kembali menyesuaikan harga, karena PPnBM tak lagi dibebaskan sepenuhnya. "Dan pada saat shifting 3 bulan, ya kita harap ada additional profit di sana," tutupnya.

(vdl/ara)