Operasi Pasar Tidak Berhasil Turunkan Harga Gula
Rabu, 15 Feb 2006 00:38 WIB
Jakarta - Produsen gula yang diberi tugas melaksanakan operasi pasar gula dalam rangka menstabilkan harga gula mengaku gula yang dijualnya tidak laku karena turunnya daya beli masyarakat.Padahal pemerintah mentargetkan dengan operasi pasar harga gula dapat ditahan pada level Rp 6.000 per kg di Pulau Jawa dan Rp 6.200 per kg di luar Pulau Jawa."Operasi pasar gula di Jakarta pada tanggal 3 dan 4 Februari lalu tak diminati masyarakat, kita sudah siapkan 8 ton gula per pasar dengan harga Rp 5.600 per kg tapi yang terjual hanya 2.4 ton saja, tampaknya karena daya beli semakin rendah," ujar Deputi Direktur Agro PT RNI Agung P Murdanoto disela-sela public hearing di Hotel Alila Jakarta, Selasa (14/2/2006).Setelah keluarnya Instruksi Menteri Perdagangan pada tanggal 2 Februari 2006, PT RNI langsung melakukan operasi pasar tapi bukannya berhasil menurunkan harga, yang terjadi harga malahan terus menanjak."Kita batasi pembeliannya maksimal 3 karung atau 150 kg untuk menghindari pembelinya adalah penjual," kata agung.Di Jakarta pihaknya sudah melakukan operasi pasar di Pasar Koja dan Pasar Kramat Jati.Agung menolak bahwa telah terjadi tindakan kartel. "Harga kan yang menentukan patokan Mendag dengan para stakeholder lalu dimana kartelnya?" tanya Agung.Agung menambahkan setiap mitra kerjanya setiap akan menggunakan gula selalu berkordinasi. Mereka selalu melaporkan gula dijual dengan harga berapa, dijual kemana dan berapa banyaknya, selalu dicek. "Kita minta juga gula tidak dioplos keluar dari gudang kami sampai ke konsumen ya apa adanya serta tidak ada over sak," tambah Agung.
(ddn/)











































