Sudah Tahu Kapan Mesin ATM Lahir dan Hadir di RI? Begini Sejarahnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 21 Feb 2021 07:30 WIB
Close-up of hand entering PIN/pass code for a money transfer, on a ATM/bank machine keypad outside
Foto: Getty Images/iStockphoto/PKpix
Jakarta -

Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sekarang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat untuk mengambil uang tunai dan bertransaksi perbankan.

Mesin ATM biasanya terletak di mini market, SPBU, kantor cabang bank sampai stand alone di wilayah yang biasanya ramai penduduk.

Dengan mesin ATM ini, para nasabah bank tak perlu lagi mengantre di bank untuk menyetor atau menarik uang. Iya, sekarang mesin ATM ini sudah ada yang berteknologi setor dan tarik tunai lho.

Sudah tahu sejarahnya?

Dikutip dari ncr.com seorang insinyur yang berbasis di Dallas Donald Wetzel menjadi pelopor dan pengembangan sampai penggunaan ATM.

Pertama kali mesin ATM dipasang di Chemical Bank Rockville Center di New York pada September 1969.

Dari sinilah popularitas ATM terus berkembang di seluruh dunia. Lalu pada awal 1970an sudah ada 1.000 unit mesin ATM yang dipasang.

Lalu pada 1977 Citibank mengeluarkan investasi sebesar US$ 100 juta untuk memasang mesin ATM di seluruh New York. Saat itu banyak orang yang memandang mesin ATM sebelah mata. Sehingga yang dilakukan oleh Citibank terlihat tak biasa.

Namun saat itu badai salju melanda kota, bank-bank terpaksa tutup berhari-hari dan penggunaan mesin ATM naik 20%.

Dikutip dari laman resmi bpptik.kominfo.go.id dalam artikel Staf Seksi Penyelenggaraan BPPTIK Kementerian Kominfo Setia Kutananda disebutkan kemunculan ATM ini terjadi seiring dengan berkembangnya super market, penjualan tiket transportasi publik dan pom bensin dengan sistem self service di Amerika dan Eropa.

"Munculnya ATM juga sebagai respons atas peningkatan upah pekerja serta tingginya frekuensi transaksi di teller bank, sehingga mengakibatkan sering terjadinya antrean," tulis artikel tersebut, dikutip Minggu (21/2/2021).

Pada awal kemunculannya mesin ATM hanya bisa dinikmati oleh nasabah tertentu yang sudah diseleksi.

Kemudian dari sisi inovasi teknologi, ATM merupakan hasil buah pikiran dari bankir dan ahli IT. Bankir menginginkan distribusi uang dengan cepat praktis dan terintegrasi.

Saat awal muncul, mesin ATM masih terbilang lambat dan belum terintegrasi dengan sistem perbankan lain. Masih banyak masalah yang terjadi seperti perangkat keras yang belum efisien, perangkat lunak yang kerap kali membuat mesin macet, struk yang keluar berkali-kali dan segmentasi nasabah. Hal tersebut sangat merepotkan saat dunia masih menerapkan sistem pembayaran tunai.

ATM sendiri hadir di Indonesia pada tahun 1987.

Seiring berjalannya waktu, mesin ATM terus berevolusi dan bank mulai mengembangkan sistem real time. Beberapa bank di Inggris mulai mengembangkan sistem ini dan inilah yang menjadi cikal bakal sistem mesin ATM yang ada sekarang.

Jika detikers memperhatikan di mesin ATM yang biasa digunakan ada tulisan Diebold, NCR, Hyosung, Fujitsu, GRG, Hitachi. Benar, inilah merek-merek mesin ATM yang ada di Indonesia.

Sebenarnya ada lagi perusahaan pengembang mesin ATM seperti Spyetec- Burroughs, Chubb, Docutel, De La Rue, Omrom Tateisi, Honeywell, Phillips Olivetti dan Siemens-Nixdorf/Wincor.

ATM kini memang menjadi 'sahabat' saat gajian. Selain bisa mengambil uang tunai mesin ATM juga bisa menjadi tempat bayar telepon, listrik, pembelian pulsa sampai setor tunai.

(kil/zlf)