Ginsi Boikot Impor dari Denmark

Buntut Kartun Nabi

Ginsi Boikot Impor dari Denmark

- detikFinance
Rabu, 15 Feb 2006 13:15 WIB
Jakarta - Mulai 15 Februari, Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) memboikot seluruh produk asal Denmark, terkait pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW yang menghina umat Islam dunia.Pemboikotan produk asal Denmark ini akan dilakukan 7.800 importir yang tergabung dalam Ginsi. Produk yang distop dari Denmark itu seperti keju, susu bayi, makanan, sebagian daging, permesinan dan handphone."Hasil keputusan rapat Badan Pengurus Pusat Ginsi pada 10 Februari 2006, mulai 15 Februari kita akan memboikot seluruh impor yang berasal dari Denmark," kata Ketua Umum Ginsi Amiruddin Saud.Ginsi khusus menggelar acara jumpa pers pembokoitan produk Denmark tersebut di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (15/2/2006).Pemboikotan ini, menurut Amiruddin, karena terkait dengan pemuatan karikatur Nabi Muhammad di koran Denmark Jyllands-Posten yang sangat melukai perasaan umat Islam seluruh dunia, khususnya Indonesia."Memang Pemerintah Denmark sudah minta maaf lewat Presiden SBY, tapi kita ini swasta, tidak ada hubungannya dengan pemerintah. Mereka harus minta maaf ke umat Islam, bukan pemerintah," tegas Amiruddin.Ginsi juga mengajak seluruh negara Islam di dunia untuk turut serta melakukan pemboikotan seluruh impor produk asal Denmark."Kita akan mencabut pemboikotan ini apabila pemerintah Denmark telah meminta maaf langsung kepada umat Islam, khususnya umat Islam di Indonesia," jelas Amiruddin.Menurutnya, pemboikotan ini tidak akan berdampak pada produk Indonesia di Denmark. Apalagi nilai perdagangan antara kedua negara juga sangat kecil.Nilai impor dari Denmark kurang dari 1 persen dari total impor Indonesia tahun 2005 yang mencapai US$ 46 miliar.Selanjutnya, Ginsi akan mengalihkan impor dari Denmark ke negara Eropa lainnya, seperti Belanda dan Swiss. "Penalti tidak ada masalah karena akan dialihkan ke negara lainnya," tukas Amiruddin.Sebelumnya, Ginsi juga pernah melakukan pemboikotan produk dari negara Australia dan Kanada dalam kasus yang berbeda. Seperti Australia, terkait penghinaan negara dengan pembakaran bendera Merah Putih, dan Kanada karena masalah kuota tekstil. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads