Pengusaha Migas Diminta Prioritaskan Wilayah Timur
Rabu, 15 Feb 2006 13:40 WIB
Jakarta - Badan Pengatur Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) akan mendorong investor di sektor migas untuk masuk ke daerah-daerah yang belum tersentuh perusahaan asing maupun lokal. Kawasan 'perawan' itu terutama berada di timur Indonesia."Kita ingin mendorong mereka masuk ke daerah yang belum disentuh dan kita akan memberikan insentif kepada mereka," kata Kepala BP Migas, Kardaya Warnika usai pengukuhan asosiasi pengusaha migas nasional di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (15/2/2006).Insentif tersebut berupa keringanan kepada para investor, untuk tidak terlebih dahulu melakukan pengeboran jika dalam survei seismik tidak ditemukan adanya kandungan minyak atau gas. "Jika dulu mereka melakukan seismik harus juga melakukan pengeboran, sekarang tidak perlu," ujar Kardaya.Keringanan yang diberikan ini, terkait dengan tingginya biaya investasi untuk melakukan pengeboran ketika dilakukan seismik."Apalagi biaya pengeboran bisa mencapai US$ 50 juta untuk daerah-daerah tersebut, karena kebanyakan adalah laut dalam," jelas Kardaya.Dengan insentif itu, BP Migas berharap investaor akan mau masuk ke lapangan-lapangan baru terutama di wilayah timur Indonesia.Pemberian insentif ini juga, ungkap Wardaya, untuk mengurangi potensi kerugian pengusaha migas. Pasalnya, ketika melakukan seismik mereka harus ngebor, jika tidak mereka harus membayar ke pemerintah.
(ir/)











































