Trennya Terus Turun
Harga Minyak Meluncur ke US$ 58
Kamis, 16 Feb 2006 10:56 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia terus turun hingga menembus level terendahnya sejak awal tahun di bawah US$ 58 per barel. Tergelincirnya harga minyak terjadi setelah OPEC memperingkatkan soal melemahnya permintaan energi di seluruh dunia.Harga minyak jenis light untuk pengantaran Maret turun US$ 1,92 menjadi US$ 57,65 per barel di New York Merchantile Exchange. Level tersebut merupakan harga setelmen terendah untuk kontrak bulan depan pada 19 Desember di level US$ 57,34 per barel.Selama pekan ini, harga minyak anjlok hingga lebih US$ 4 per barel. Namun jika dibandingkan tahun lalu, harga minyak masih lebih mahal 20 persen."Sejauh ini tren penurunan harga minyak masih belum ada tanda-tanda untuk berhenti," ujar pialang minyak dari BNP Paribas, Tom Bentz seperti dikutip dari AP, Kamis (16/2/2006).Penurunan harga minyak juga terdorong oleh keluarnya data dari Departemen Energi AS yang menyebutkan cadangan minyak dan gas AS semakin meningkat. Tercatat cadangan minyak mentah AS pada pekan lalu naik 4,9 juta barel menjadi 325,6 juta barel atau 11 persen lebih tinggi dari setahun lalu.Sementara OPEC menyatakan, pertumbuhan permintaan minyak mentah dunia lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Hal itu terjadi seiring masih adanya ketidakpastian soal pertumbuhan ekonomi AS dan Asia.Dalam laporan bulanannya, OPEC memperkirakan permintaan minyak dunia mencapai 84,64 juta barel per hari (bph). Angka itu berarti lebih rendah 1,57 juta bph dari perkiraan pertumbuhan OPEC semula."Konsumsi minyak diperkirakan naik di semua wilayah utama. Namun ketidakpastian seputar pertumbuhan permintaan, terutama Amerika Utara dan Asia, bisa menyebabkan adanya revisi ke bawah," demikian laporan bulanan OPEC.
(qom/)











































