Diskon PPnBM Mobil Dinilai Sia-sia, Diprediksi Gerus Setoran Rp 2,2 T

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2021 14:53 WIB
Salah satu diler mobil Toyota di Indonesia, Auto2000 meresmikan diler di kawasan bintang Jakarta, Jalan Sudirman. Diler ini boleh jadi merupakan yang termewah di Indonesia.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah mengobral diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru yang berlaku Maret 2021. Diskon yang diberikan sebesar 100% atau dengan kata lain PPnBM-nya 0%.

Namun menurut ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), pemberian insentif pajak tersebut sia-sia.

"Peningkatan penjualan tidak akan signifikan, kenapa saya katakan begitu? karena kondisi pandemi COVID-19 ini uang ini lagi susah," kata Direktur Program Indef Esther Sri Astuti dalam webinar, Selasa (22/2/2021).

Selain itu, penjualan kendaraan bermotor sejauh ini trennya mengalami pertumbuhan. Kata dia pertumbuhannya sebesar 5%.

"Jadi tanpa ada tax incentive pun itu sudah cukup tinggi (pertumbuhannya) 5%. Kalau kita berikan tax incentive ini kan hal yang sia-sia," paparnya.

Di sisi lain, dia menekankan bahwa
rasio pajak atau tax ratio Indonesia masih rendah, yaitu sekitar 9-10%. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan negara-negara di Asean yang lain, seperti Malaysia dan Singapura.

"Nah, ini kenapa mesti tax incentive ini diobral, padahal kita tahu tax rasio kita itu sangat rendah dibandingkan negara-negara Asia yang lain," lanjut Esther.

Dia memprediksi penerimaan dari PPnBM bakal berkurang Rp 2,28 triliun imbas adanya insentif atau diskon untuk pembelian kendaraan bermotor tersebut.

"Karena adanya tax incentive 0% tersebut tentunya ada kehilangan penerimaan pajak di sini, PPnBM khususnya dalam negeri tentu akan turun. Nah ini diperkirakan akan turun sekitar Rp 2,28 triliun," katanya.

INDEF memperkirakan penerimaan pajak daerah juga akan berkurang seiring turunnya harga mobil karena PPnBM 0%.

"Bahwa pemberian pajak PPnBM 0% ini akan berpotensi mengurangi penerimaan atau pendapatan negara dari sisi PPnBM itu sekitar Rp 2,28 triliun, dan pajak daerah pun juga akan berkurang, kenapa? ya orang kan kalau mau beli kendaraan itu kan ada biaya balik nama, kemudian itu juga akan berkurang," paparnya.

Langsung klik halaman berikutnya.

Simak video 'Catat! Skema Diskon PPnBM Mobil Baru':

[Gambas:Video 20detik]