OP Beras Gagal, Bulog Diharuskan Turunkan Harga Rp 200/Kg

OP Beras Gagal, Bulog Diharuskan Turunkan Harga Rp 200/Kg

- detikFinance
Kamis, 16 Feb 2006 14:47 WIB
Jakarta - Pelaksanaan operasi pasar murni (OPM) beras yang tidak diminati masyarakat membuat Menteri Perdagangan (Mendag) Marie Elka Pangestu menginstruksikan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menurunkan harga beras OPM Rp 200 per kilogram.Instruksi tersebut berlaku mulai untuk pelaksanaan OPM Kamis ini (16/2/2006). Mendag telah melayangkan surat instruksi itu pada Rabu kemarin (15/2/2006).Keluarnya instruksi ini karena OPM yang dilakukan Bulog dinilai gagal meredam naiknya harga beras. Pasalnya, masyarakat tidak merespons OPM karena harga yang ditawarkan Bulog sama seperti harga beras di pasar.Demikian diungkapkan oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan (Deperdag), Ardiansyah Parman, di sela acara seminar Membangun Sistem Distribusi Pupuk yangEfisien dan Berkeadilan di Hotel Atlet Century Senayan, Jakarta, Kamis (16/2/2006). Nantinya, jika harga beras medium di suatu daerah sebesar Rp 4.500/kg, maka OPM Bulog maksimal harganya Rp 4.300/kg."Tapi ini masih bisa lebih rendah lagi dengan selisih Rp 200/kg. Tapi tidak boleh lebih dari harga pembelian pemerintah (HPP) dari petani yang Rp 3.550/kg," kata Ardiansyah.Evaluasi yang dilakukan Deperdag, tercatat Bulog hanya menyerap 12 ribu ton dari pelaksanaan OPM. Maka itu, dinilai perlu disparitas harga yang lebih jauh agar OPM diminati masyarakat.Bulog melakukan OPM jika harga beras di suatu daerah sudah di atas 15 persen dari harga rata-rata di pasar. Pelaksanaan OPM dilakukan setelah ada permintaan dari daerah. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads