3 Fakta Harga Emas yang Diprediksi Bisa Turun Terus

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2021 19:00 WIB
Ilustrasi emas batangan
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Harga emas disebut-sebut akan terus turun dalam beberapa waktu ke depan. Selama enam bulan terakhir harga emas memang sudah menyentuh ke titik terendah.

Analis memproyeksi harga emas memang masih berada di bawah tekanan. Kondisi ini akan menyulitkan untuk kembali ke kondisi sebelumnya.

Sebenarnya apa saja ya tanda-tandanya yang bikin harga emas turun? Berikut berita selengkapnya:

1. Imbal Hasil Obligasi AS Mulai Naik

Analis Logam Mulia Daniel Briesemann mengungkapkan kenaikan imbal hasil obligasi juga akan menjadi tantangan besar untuk harga emas. Contohnya imbal hasil obligasi AS 10 tahun sebesar 1,3% padahal sebelumnya hanya 0,5%.

"Kondisi ini juga membuat emas kurang diminati. Selain itu tren penurunan harga dolar AS sudah berhenti sejak awal tahun. Dengan demikian dolar AS telah berubah dari faktor pendukung menjadi faktor yang membebani harga," jelas dia.

2. Prediksi Harga Emas

Walaupun harga emas masih tertekan, harga emas diprediksi masih bisa bertahan di bawah level US$ 1.800. Namun ada juga harapan harga emas bisa kembali ke posisi US$ 2.000 per ons.

"Meskipun kami prediksi harga emas akan tertekan dalam jangka pendek, tapi dalam jangka panjang bisa kembali naik," ujar dia.

3. Dipengaruhi Pemulihan Ekonomi

Kepala Strategi Lintas Aset Morgan Stanley Andrew Sheets memproyeksikan harga emas bakal jatuh karena adanya harapan akan membaiknya pertumbuhan ekonomi. Itu mendorong imbal hasil obligasi menjadi lebih tinggi.

Imbal hasil obligasi 10 tahun saat ini diperdagangkan pada 1,2%, level tertinggi dalam hampir satu tahun.
Analis mencatat bahwa kenaikan imbal hasil nominal juga mendorong imbal hasil riil lebih tinggi.

(kil/ara)