Pasokan Air Kurang, Ekspor Sapi NTT ke Hong Kong Terhenti

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 23 Feb 2021 18:50 WIB
Jefriadi, salah seorang peternak sapi di Kabupaten Malaka, NTT. Jefriadi berhasil mengembangkan usaha peternakan sapinya atas bantuan pinjaman KUR sejak 2008.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan soal Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT) pernah ekspor sapi ke Hong Kong. Namun sekarang berhenti, kok bisa?

Menurut Jokowi ekspor sapi dari NTT ke Hong Kong berhenti karena pasokan air kurang memadai.

"Tadi pagi Pak Gubernur menyampaikan bahwa di Kabupaten Sumba, Sumba Tengah dulunya banyak ekspor sapi dari sana, ekspor sapi ke Hong Kong. Kok berhenti? Ya karena memang kecukupan airnya kurang," kata Jokowi saat meresmikan Bendungan Napun Gete di NTT yang dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/2/2021).

Oleh sebab itu Jokowi mengatakan air merupakan kunci kemakmuran di NTT. Menurutnya sudah betul jika pemerintah daerah setempat meminta untuk mendorong pembangunan bendungan di sana.

"Saya sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali saya datang ke NTT, setiap saya datang ke NTT awal-awal selalu yang diminta bendungan, yang diminta adalah waduk, dan permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain, karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air," ucapnya.

"Begitu ada air, semua bisa ditanam, tanaman tumbuh, buahnya diambil, daunnya bisa dipakai untuk peternakan karena di NTT juga sangat bagus untuk sektor peternakan," tambahnya.

Sampai saat ini sendiri ada tujuh bendungan yang direncanakan akan dibangun di NTT. Tiga bendungan di antaranya sudah bisa digunakan yakni Bendungan Raknamo di Kupang, Bendungan Rotiklot di Belu, dan Bendungan Napun Gete di Sikka.

"Alhamdulillah ini patut kita syukuri tinggal 4, dalam proses. Tapi tadi pagi gubernur menyampaikan kepada saya minta tambahan dua lagi, padahal provinsi yang lain paling banyak itu dua atau satu. Tapi ya memang di sini dibutuhkan," ujar Jokowi.

(aid/hns)