Indonesia Mulai Ekspor Satoimo ke Jepang
Kamis, 16 Feb 2006 17:19 WIB
Jakarta - Indonesia mulai melakukan ekspor perdana buah talas Jepang atau Satoimo ke Jepang sebanyak 1 kontainer atau 25 ton.Ekspor ini merupakan lanjutan percobaan budidaya Satoimo di Cianjur, Puncak Bogor, Bandung, Kuningan, Temanggung dan Sarangan yang dilakukan oleh KonsorsiumSatoimo Indonesia-Jepang. Buah talas yang telah dibudidayakan ini dilakukan sampai proses pembekuan siap ekspor.Ekspor perdana Saitomo ini dilakukan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) MS Hidayat di Kampus Universitas Darma Persada (Unsada) Jalan, Radin Inten, Jakarta Timur, Kamis (16/2/2006).Satoimo ditanam di lahan-lahan dataran tinggi dengan ketinggian kurang lebih 1.000 meterdiatas permukaan laut yang merupakan produk organik karena ramah lingkungan. Menurut Hidayat, dengan adanya budidaya ini, petani punya pilihan komoditas baru dengan pendapatan yang menjanjikan. Data World Trade Organizations (WTO) menunjukkan perdagangan produk pertanian organik dunia meningkat meningkat 20 persen per tahun dalam kurun 10 tahun terakhir. Buah dari jenis umbi-umbian ini juga mempunyai daya saing yang tinggi di pasar internasional.Sementara itu, pendiri konsorsium Indonesia-Jepang, Erik Hidayat mengatakan, bisnis Saitomo mempunyai potensi pasar yang terbuka khususnya Jepang, Amerika, Eropa dan Timur Tengah."Kedepan tak menutup kemungkinan menjadi alternatif diversifikasi pangan dalam menunjang ketahanan pangan nasional yang nutrisi dan nilai ekonomisnya tidak kalah dengan beras, gandum dan kentang," kata Erik.Direktur Operasi Konsorsium Saitomo Indonesia-Jepang, Rohedi Soegeng mengatakan, komoditi baru ini dipasarkan di dalam negeri dengan harga sekitar Rp 8.000 per kilogram. Menurut Rohedi, konsorsium sudah punya kontrak jangka panjang dengan Jepang. Konsorsium ini menargetkan mulai 2007 setiap bulannya mampu mengekspor 3 kontainer dengan luas areal 3.000 hektar.
(ir/)











































