Tahun 2006
PTPN V Targetkan Laba Rp 180 M
Kamis, 16 Feb 2006 17:27 WIB
Pekanbaru - PTP Nusantara V (PTPN V) di Riau menargetkan laba bersih sebesar Rp180 miliar tahun 2006. Target laba bersih BUMN itu merupakan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta. Hal tersebut disampaikan Direktur Produksi (Dirprot) PTPN V Berani Purba kepada detikcom, Kamis (16/02/2006) di ruang kerjanya Kantor Besar PTPN V Jl Rambutan, Pekanbaru."Sesuai dengan keputusan RUPS di Jakarta, PTPN V kita ditargetkan mendapakan keuntungan tahun ini Rp180 miliar. Nilai keuntungan nantinya akan dipotong lagi dengan pembayaran pajak," kata Berani. Berani menjelaskan, target keuntungan tahun 2006 ini sedikit lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana pada tahun 2005, PTPN V bisa meraup untung sebesar Rp 159 miliar diluar pajak. Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, keuntungan PTPN V sedikit merosot. Hal itu jka dibandingkan pada masa puncak hasil perkebunan sawit dan karet mereka tahun 1997 silam. Pada tahun 1997, perusahaan yang berdiri di Riau tahun 1980 itu bisa meraih laba mencapai Rp 300 miliar. "Masa itu bisa kita capai karena seluruh perkebunan sawit dan karet kita masih dalam masa produksi paling tinggi. Seiring dengan usia perkebunan sawit dan karet yang semakin tua, hasl produksi kita juga menurun. Kondisi itu sangat alami sekali," kata Berani Purba. Dia menjelaskan, penurunan produksi kebun sawit dan karet karena faktor usia itu tidaklah menggangu secara signifikan. Kondisi itu sangat memungkikan, karena 40 persen dari luas perkebunan sawit dan karet memasuki usia tanam diatas 20 tahun. "PTPN V masih masuk dalam daftar perusahaan BUMN masuk dalam kategori baik," katanya. Luas perkebunan sawit inti milik BUMN sejaktahun 1980 hingga 2005 mencapai 68.627 hektar ditambah 11.492 hektar perkebunan karet yang menyebar dibeberapa kabupaten di Riau. Dari luas kebun sawit 68.827 hektar itu, diperkiraan sekitar 40 persen memasuki usia diatas 20 tahun. Kondisi itu mengakibakan turunnya hasil produksi. "Secara bertahap kita akan meremajakan perkebunan sawit yang mulai memasuki usia diatas 20 tahun. Karena puncak hasil perkebunan sawit ketika berumur 7 sampai 20 tahun. Sedangkan umur produksinya hanya mampu 25 tahun. Setelah itu lahan akan kita remajakan kembali," kata Berani. Luas areal kebun inti PTPN V itu, lanjut Berani, diluar areal plasma yang dikelola masyarakat di bawah binaan perusahaan. Untuk saat ini kebun plasma dengan pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) sudah mencapai 74.526 hektar. Sedangkan pola Kredit Koperasi Primer untuk Angota (KKPA) seluas 4.200 hektar.
(qom/)










































