DPD Minta Pemerintah Tak Tunjuk Exxon Jadi Operator di Cepu
Senin, 20 Feb 2006 17:22 WIB
Jakarta - Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) meminta pemerintah agar tidak menunjuk ExxonMobil sebagai operator di Blok Cepu karena akan berpotensi mengurangi pendapatan negara.Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam lawatannya ke Cepu Sabtu pekan lalu (18/2/2006), telah menyampaikan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar negosiasi Cepu diselesaikan paling lambat akhir Februari ini. Jika kedua perusahaan itu tak dapat menyelesaikan perundingan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Menteri Negara BUMN diperintahkan mengambil alih."Ini agar negara juga terhindar dari beban cost recovery yang sangat besar dan berpotensi manipulatif yang akan mengurangi pendapatan negara," kata anggota DPD Marwan Batubara dalam jumpa pers di Press Room Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (20/2/2006).Menurut Marwan, dari hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) tahun 2004 menunjukkan, dari US$ 450 juta yang diklaim oleh ExxonMobil hanya sekitar US$ 300 juta yang bisa dipertanggungjawabkan."Ini membuktikan suatu pertanyaan besar, jangan sampai pemerintah kembali disetir oleh asing dalam kasus Cepu ini," ujar Marwan.Selain itu, ungkap Marwan, Exxon juga menuntut biaya pengeboran US$ 834 per feet. Padahl biaya pengeboran oleh kontraktor lain di sekitar Blok Cepu seperti Lapangan Sukowati sekitar US$ 486 per feet dan Blok Mudi sekitar US$ 344 per feet.Marwan menilai, sebaiknya Pertamina yang melakukan pengembangan di Blok Cepu karena sebagian besar saham di Cepu bisa dimiliki oleh perusahaan negara itu."Saham Pertamina bisa digabung dengan saham milik pemda yang 10 persen sehingga menjadi 55 persen, siapa yang memiliki saham terbesar dialah yang berhak jadi operator di Cepu," katanya.Marwan yakin Pertamina mampu menjadi operator di Blok Cepu karena kedalaman blok yang hanya berada di darat ini cukup rendah, sekitar 3.000-6.600 feet."Soal pembiayaan bisa melalui penerbitan obligasi atau bekerja sama dengan mitra lainnya. Saya yakin investor akan lebih suka untuk menanamkan duitnya di Cepu," tambah Marwan.
(ir/)











































