Syarat Naik Pesawat Bisa Pakai GeNose Mulai April 2021

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 06:15 WIB
Pemeriksaan GeNose 19 di stasiun kereta api
Foto: dok. PT KAI

Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo mengatakan tes COVID-19 GeNose sangat diminati masyarakat pengguna kereta api.

Didiek mengatakan keunggulan GeNose bagi masyarakat adalah harganya murah. Selain itu, dalam pelaksanaan tesnya tidak sakit. Dibandingkan dengan layanan rapid test antigen di stasiun kereta api, GeNose lebih banyak dipilih masyarakat.

"Para penumpang prefer ke GeNose karena mudah, tidak sakit, dan murah. Ini sesuai dengan angkutan murah. Masyarakat akan sangat menbantu," kata Didiek ketika ditemui di Kantor Kemenko PMK.

Memang kalau dilihat harganya, GeNose jauh lebih murah dibandingkan dengan rapid test antigen. Per sekali tes layanan GeNose harganya cuma Rp 20.000, sedangkan rapid test antigen mencapai Rp 105.000 per sekali tes.

Hingga 22 Februari, dari data yang dihimpun KAI sudah ada 63.523 kali tes GeNose yang dilakukan. Dari tes itu ada 617 tes yang menyatakan positif COVID-19.

"Secara total sampai 22 Februari ada 63.523, dari situ ada 617 positif, sisanya negatif," ungkap Didiek.

Didiek menyatakan targetnya akan ada 5 stasiun baru yang menyediakan GeNose setiap 10 hari. Targetnya akan ada 44 stasiun kereta api yang akan menyediakan tes GeNose.

"Rencana kami per 10 hari ada 5 stasiun, sampai 44 stasiun sesuaikan kapasitas UGM," kata Didiek.


(hal/eds)