Pemerintah Pede Ekonomi 5,3% di 2021, Tapi Tetap Waspada Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 17:10 WIB
Pelabuhan Patimban ditargetkan siap layani kegiatan ekspor-impor mulai Desember 2020 mendatang. Pembangunan pelabuhan itu terus dikebut agar dapat penuhi target
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang optimis di kisaran 4,5% - 5,3%. Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa Nugraha walaupun optimistis, pemerintah tetap waspada untuk mengendalikan COVID-19.

Misalnya pemerintah juga menguatkan prioritas kebijakan vaksinasi, penguatan 3M dan 3T termasuk PPKM mikro serta pemulihan ekonomi nasional (PEN).

"Kita optimis meski tetap waspada dan pandemi harus dikendalikan," kata dia dalam acara diskusi FMB, Rabu (24/2/2021).

Dia menjelaskan selain vaksinasi dan protokol kesehatan yang harus tetap dilakukan. Pemerintah juga melakukan reformasi struktural misalnya Undang-undang Cipta Kerja, pembentukan Lembaga Pengelolaan Investasi (LPI) dan reformasi di sisi pemerintah seperti pendidikan dan kesehatan.

Kunta menambahkan APBN memang bekerja keras untuk menahan dampak pandemi. "Dari sini kelihatan APBN bekerja keras untuk menahan dampak pandemi COVID-19. Kalau tidak ada intervensi APBN dan PEN, pertumbuhan ekonomi kita akan lebih turun," jelas dia.

Dia mengungkapkan sejak awal Maret 2020 atau ketika kasus COVID-19 mulai terjadi di Indonesia. Sinyal kondisi disrupsi terjadi luar biasa di berbagai aspek sosial, ekonomi dan kesehatan.

Pemerintah melakukan dengan cepat untuk mengatasi dampak melalui Perppu Nomor 1 tahun 2020 yang sekarang menjadi UU nomor 2 2020.

"Dari Perppu nomor 1 tadi kita lihat ada fleksibilitas dari APBN kita, bagaimana pemerintah merealokasi, refocussing dana dan mengarahkan pelebaran defisit karena konsep countercyclical saat itu pemerintah harus intervensi," jelasnya.

Karena itu action yang dilakukan pemerintah berupaya untuk menguatkan daya beli masyarakat dan dunia usaha. Termasuk sinergi untuk seluruh elemen KSSK, BI, OJK, LPS.

Kunta mengatakan dengan langkah yang telah dilakukan ini diharapkan pertumbuhan ekonomi berada dalam tren yang membaik. Vaksinasi yang efektif dan confidence masyarakat yang tercipta bisa mendorong pemulihan ekonomi nasional.

(kil/zlf)